Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Penertiban Pasar Ciputat Hasilkan 60 Ton Sampah Biang Macet Digusur

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melakukan penertiban terhadap ribuan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di trotoar dan bahu jalan di Pasar Ciputat, Senin(30/5).

CIPUTAT-Dengan tergesa-gesa, Sumiati (52) menyelamatkan barang dagangannya dari dalam lapak. Dia khawatir perkakas rumah tangga yang dijualnya itu hancur berkeping-keping tertimpa kayu-kayu bahan material di tempatnya berdagang.
Sumiati membawa ember dan barang terbuat dari plastik lainnya ke lokasi yang lebih aman. Sumiati selama ini berjualan di sebuah lapak yang berada di dalam Pasar Ciputat, bukan di trotoar. Wanita asal Jawa Tengah ini mengaku tak mendapat surat pemberitahuan soal penertiban pasar tradisional itu.
“Saya berjualan di dalam pasar sudah lama. Tapi kok malah mau digusur. Bahkan barang dagangan saya belum dipindahkan,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Piyus Lamboki, PKL yang berdagang di lorong Pasar Ciputat. Ia mengaku penertiban di kawasan lorong pasar tidak di informasikan jauh hari sebelumnya.
“Saya baru satu tahun dagang di sini, dengan menyewa lapak bekas pedagang yang dulu. Kalau saya terus terang tidak terima suratnya, tapi yang lain ada. Saya pribadi sebenarnya sepakat dengan adanya penertiban ini tapi, seharusnya kan ada penempatan dulu, supaya pedagang tidak menunggu, ini kita tidak ada tempat relokasi. Harapan kami semoga ada tempat untuk kami bisa berdagang kembali,” terangnya.
Piyus Lamboki menyadari bahwa keberadaan PKL mengganggu ketertiban lalu lintas.
“Saya menyadari ini menimbulkan kemacetan juga tapi, mekanisme pelaksanaan pelaksanaan di lapangan ini yang kurang bagus,” paparnya.
Kemarin pagi, para pedagang kaki lima (PKL) Pasar Ciputat ditertibkan. Sejumlah alat berat diterjunkan untuk menggusur lapak-lapak semipermanen. Para pedagang hanya bisa pasrah melihat lapaknya dirobohkan alat berat. Bahkan pedagang yang berada di kios di dalam Pasar Ciputat hanya bisa menyaksikan kayu-kayu serta atap berupa seng itu berterbangan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) Kota Tangsel, Azhar Syamun mengaku penertiban PKL baru bisa dilakukan setelah aset kepemilikan lima pasar dilimpahkan kewenangannya dari Pemerintah Kabupaten Tangerang kepada Pemkot Tangsel.
“Karena asetnya baru menjadi milik Tangsel, jadi baru bisa Kita tertibkan. Alhamdulillah semua berjalan lancar tanpa penolakan apalagi sampai kisruh,” tegasnya.
Sebanyak 60 ton sampah dihasilkan dari penertiban PKL Pasar Ciputat itu, yang menempati badan jalan dan trotoar di Jalan Aria Putra, Jalan Ir H Juanda dan Jalan H Usman, Kelurahan Ciputat.
Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel, Yepi Suherman mengaku sampah yang didominasi dari balok kayu dan papan triplek itu kemudian diangkut menggunakan 40 amrol dan 15 mobil bak terbuka (pickup).
“Untuk petugas kebersihan kami kerahkan 250 orang yang terdiri dari pesapon 150 orang dan Kenek 100 orang,” jelas Yepi.
Camat Ciputat, Andi Patabai mengakatan penertiban sejumlah PKL dirampungkan hari itu juga. Dengan harapan agar segera melanjutkan ke langkah berikutnya untuk menertibkan lantai dua dan tiga.
“Kami juga akan layangkan surat kepada para pedagang yang ada di lantai dua dan tiga. Jika mereka tidak bisa menertibkan diri, maka terpaksa kami akan turun tangan. Kita juga akan pagar mulai dari batas tangga yang menuju lantai atas. Dengan tujuan agar pedagang tidak lagi berdagang di badan jalan, disamping itu juga agar tertib,” pungkasnya.
Penertiban itu diapresiasi masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Selama ini, kondisi Pasar Ciputat sangat kumuh dan semrawut akibat kemacetan kerap terjadi.
Ketua RW 09 Kelurahan Ciputat, Cecep berharap Pemkot tak setengah hati dalam menertibkan PKL ini. Menurutnya, kesemrawutan akibat ulah PKL yang tidak tertib menimbulkan kemacetan di setiap saat.
“Penertiban ini harus serius, jangan hanya bersifat seremonial, hingga PKL kembali berjualan di tempat yang tidak semestinya,” pungkas Cecep.
Salah seorang pengguna jalan, Ahmadi mengaku senang dengan keberanian Pemkot menertibkan PKL yang mengganggu ketertiban umum. Namun dirinya meminta langkah serius aparat menghadapi PKL dengan dibarengi upaya pembinaan terhadap PKL.
“PKL punya hak warga negara, mereka harus dibina dan lokalisasi sehingga terus bisa menyambung hidup,” pintanya.(irm/cr7)
(DEMY SANJAYA/TANGSEL POS)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penertiban Pasar Ciputat Hasilkan 60 Ton Sampah Biang Macet Digusur"

Posting Komentar