Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Penertiban Belum Bisa Dilaksanakan Karena Perlu Dialog Lagi Warga Dadap dan Pemkab Tangerang Miskomunikasi

Puluhan warga Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang sedang berdialog dengan Ombusman di Jakarta.

TANGERANG – Setelah dua gagal, akhirnya warga Dadap bisa bertemu langsung dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Kantor Ombusman. Namun dalam pertemuan itu belum ada kesepakatan karena harus ada dialog atau pertemuan berikutnya.
Berdasarkan pres release yang disampaikan Humas Kabupaten Tangerang ke Redaksi Tangsel Pos, Ombudsman memang memfasilitasi pertemuan warga Dadap, Kecamatan Kosambi dengan jajaran Pemkab di Jakarta, Jumat (20/5).
Warga Dadap diwakili sepuluh orang dan dipimpin oleh Misbah. Mereka didampingi LBH Jakarta, sedangkan Bupati didampingi Kasatpol PP Yusuf Herawan, Kadis Binamarga Slamet Budhi, Kepala Bappeda Herry Heryanto, Kadispenda Maesyal Rasyid, Penasehat Hukum Pemda Deden Syukron.
Dalam kesempatan itu juga hadir pula dari pihak PT Angkasa Pura (PAP) II, Wakapolres Metro Kota Tangerang, dan Perwakilan BPN.
Ahmad Alamsyah Saragih mewakili Ombudsman memimpin pertemuan tersebut. “Kabupaten Tangerang ini harus memberikan contoh bagaimana cara menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan isu-isu penggusuran dan penataan kawasan,” katanya.
Menurut Alamsyah, dari hasil pertemuan, Jumat (20/5) siang, disepakati akan ada dialog atau pertemuan kembali antara warga dengan Bupati. “Kapan harinya ditentukan oleh warga,” ungkapnya.
Dalam pertemuan itu akan membahas sejelas-jelasnya termasuk juga tahapan-tahapan perencanaan untuk penataan kawasan Dadap yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
“Tanggal 27 Mei mendatang Ombudsman akan membuat catatan tertulis berdasarkan klarifikasi atau dialog pada Jumat (20/5). Sifatnya dirahasiakan kepada semua pihak. Namun itu yang akan menjadi acuan untuk langkah-langkah ke depan,” paparnya.
Alamsyah juga menegaskan penataan tidak mungkin bisa dilakukan Pemkab tanggal 23 Mei mendatang. Soalnya masih membutuhkan didialogkan kembali antara warag Dadap dan Pemkab.
“Dalam dialog selanjutnya itu, Bupati menyampaikan semua dokumen-dokumen yang selama ini mungkin belum sepenuhnya sampai kepada warga. Nanti akan dijelaskan tahapannya karena ini untuk warga juga,” ucapnya.
Bupati mengatakan menghormati undangan Ombudsman, karena Pemkab memiliki niat dan itikad baik bertemu dengan warga Dadap. “Saya berharap pertemuan lanjutan bisa segera dilaksanakan. Nanti akan kita siapkan juga tempatnya,” ungkap Bupati.
Pertemuan tersebut lanjut Bupati sangat penting agar tidak ada lagi miskomunikasi antara warga Dadap dengan Pemkab. “Yang kita lakukan benar-benar untuk merubah wajah Dadap saat ini,” katanya.
“Yang kami lakukan bukan hanya menata Dadap saja, tetapi seluruh kawasan kumuh dan miskin di Kabupaten Tangerang akan dibangun. Itu sudah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Tangerang,” imbuhnya.
Heri Aprizal, perwakilan warga Dadap, mengatakan warga Dadap tidak percaya terhadap Pemkab. Begtu juga sebaliknya. Hal itu diawali dari rencana penertiban lokalisasi prostitusi Dadap. Namun mengapa penataan Dadap itu akhirnya sampai kekampung warga.
“Saya senang, mendukung, dan mengapresiasi apa yang akan dilakukan Pemkab yang akan menertibkan lokalisasi prostusi Dadap. Namun pertanyaan saya, mengapa penertiban itu sampah ke rumah warga,” katanya.(bud)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penertiban Belum Bisa Dilaksanakan Karena Perlu Dialog Lagi Warga Dadap dan Pemkab Tangerang Miskomunikasi"

Posting Komentar