Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Masjid Agung Al – Jihad Sebagai Pusat Dakwah Pada Era 1970

Tentu, bagi sebagian masyarakat Tangerang Selatan khusus masyarakat Ciputat, masjid Agung Al-Jihad sudah tidak asing lagi. Masjid yang berlokasi di Jalan H. Usman, merupakan masjid pertama dan terbesar di wilayah Ciputat Tangerang Selatan.
Masjid bersejarah yang berdiri sejak tahun 1940-an itu, hingga kini masih kokoh di tengah lajunya pembangunan kota Tangerang Selatan. Awalnya, masjid Agung Al-Jihad merupakan mushalla kecil yang terbuat dari bilah bambu beratapkan ijuk. Mushalla tersebut dibangun oleh seorang tuan tanah keturunan arab, yang bernama Tuan Salim yang telah menetap dan memperistri seorang putri kaya keturunan Tionghoa.
Kemudian, mushalla tersebut menjadi rumah ibadah pertama di ciputat yang diwakafkan tuan Salim bagi penduduk muslim Tangerang Selatan.
masjid-agung-ajihad-ciputat-tangsel-1024x480Seiring berjalannya waktu, dan perkembangan penduduk masyarakat Ciputat, mushalla tersebut akhirnya melakukan perubahan fisik bangunan menjadi masjid pertama di kawasan Tangerang Selatan.
Dari data yang kami dapat, awal berdirinya masjid Agung Al-Jihad selain menjadi menjadi tempat ibadah bagi masyarakat muslim Ciputat pusat, masjid tersebut juga dijadikan tempat berkumpulnya para pejuang tempo dulu dan tempat berdiskusi mengenai persoalan umat.
Tak heran, markas veteran pejuang asal ciputat berdiri dekat dengan masjid. Tepat berada di depan kantor pos Ciputat. Di sekitar area masjid juga ada sebuah tugu nasional yang didirikan para pejuang. Sayangnya, tugu itu telah dihancurkan pada saat berkecamuk pemberontakan G 30 PKI.
Ketua 1 Yayasan Masjid Agung Al-Jihad, Sania Wiryareza, menuturkan, Masjid diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat dan Bupati Tangerang pada tahun 1970 setelah melakukan renovasinya yang kedua.
Selanjutnya ketika menjalani renovasinya yang ketiga, Sani menuturkan, konsepnya yang dibuat berupa pendopo agar menyerupai ciri khas Banten. Konsep tersebut untuk menyesuaikan identitas daerah setelah Ciputat tidak lagi menjadi bagian Jawa Barat, tetapi menginduk Provinsi Banten. Namun, karena keterbatasan biaya, konsep itu diganti dengan bentuk setengah lingkaran pada atap masjid.
Masjid Agung Al Jihad telah melalui tiga kali renovasi dan bongkar pasang dengan dana dari swadaya masyarakat. Bangunan pada masjid Agung Al Jihad kini terdiri dari Gedung Serba Guna, Ruang Ibadah atau bagian Masjid, Gedung Usaha, dan Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Islam dan Taman Pelajaran Al Qur’an (TPA). Rencananya, masjid renovasi ketiga akan diresmikan setelah bulan Ramadan.
Masjid agung Al Jihad disebut sebagai saksi bisu terjadinya perang pada masa penjajahan belanda. Informasi dari masyarakat setempat, dulu terdapat tugu atau prasasti bekas perang belanda. Namun, tugu atau prasasti itu telah dibongkar.
Kini, masjid yang direnovasi sejak tahun 1970-an telah terlihat kokoh dengan model bangunannya yang modern. Warna hijau yang mendominasi bangunan tersebut, ditambah ukiran kaligrafi islam di dinding-dinding masjid tersebut, menjadi masjid termegah di kota Tangerang Selatan.
Sumber: tangerangonline.id, muslimtangsel.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Masjid Agung Al – Jihad Sebagai Pusat Dakwah Pada Era 1970"

Posting Komentar