Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Marhaban Yaa Ramadhan

Muhammad Al-Fakkar,Ketua DPD HTI Kota Tangerang Selatan

Sebentar lagi Ramadhan tiba. Sebentar lagi kesempatan mendapatkan memuliaan terbuka lebar. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai syharun adhiem (bulan yang agung), syahrun mubaarak (bulan yang penuh berkah) dan bulan yang penuh kebaikan, baik siang maupun malamnya.
Dalam hadits shahih riwayat Ibnu Huzaimah disebutkan kutbah beliau di akhir bulan sya’ban:
(أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةُ خَيْرٍ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةُ وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ وَكَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ) قَالُوْا: لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفَطِّرُ الصَّائِمَ فَقَالَ صلى الله عليه وسلم: (يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلَى تَمْرَةٍِ أَوْ شُرْبَةَ مَاءٍ أَوْ مَذْقَةِ لَبَنٍ وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ وَاعْتَقِهِ مِنَ النَّارِ وَاسْتَكْثَرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ، خَصْلَتَيْنِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبُّكُمْ وَخَصْلَتَيْنِ لاَ غَنِىَ بِكُمْ عَنْهُمَا. فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبُّكُمْ فَشَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ وَأَمَّا الَّلتَانِ لاَغَنِىَ بِكُمْ عَنْهمُا فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ وَتَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ وَمَنْ أَشْبَعَ فِيْهِ صَائِمًا سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِيْ شُرْبَةً لاَ يَظْمَأُ حَتىَّ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ) [رواه ابن حزيمة عن سلمان، صحيح ابن حزيمة، ج 3 ص 191/الهيثمي، مسند الحارث، ج 1 ص 412/البيهقي، شعب الإيمان، ج 3 ص 305/المنذري، الترغيب والترهيب، ج 2 ص 57].
Wahai umat manusia, kalian telah dinaungi sebuah bulan nan agung, bulan penuh berkah, bulan dimana satu malam lebih baik ketimbang seribu bulan ada di dalamnya. Allah telah menjadikan puasa bulan tersebut sebagai kewajiban (faridhah), dan qiyam lail-nya sebagai kesunahan (tathawwu’). Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, maka ia laksana menunaikan satu fardhu di luar bulan tersebut. Siapa saja yang telah menunaikan satu fardhu di dalamnya, ia laksana menunaikan 70 (tujuh puluh) fardhu di luar bulan tersebut. Bulan tersebut merupakan bulan sabar, sedangkan sabar itu pahalanya adalah surga. Ia merupakan bulan pelipur lara. Bulan dimana rizki orang Mukmin akan bertambah. Maka, siapa saja yang memberi buka satu orang yang berpuasa, itu merupakan ampunan bagi dosa-dosanya, dan akan membebaskannya dari api neraka. Ia pun berhak mendapatkan pahala sebagaimana orang yang berpuasa, dengan cara mengambil sebagian dari pahalanya. Mereka (para sahabat  berkata): Kami, tidak semuanya mampu memberikan sesuatu untuk memberi buka kepada orang yang berpuasa. Maka, Nabi saw. menjawab: Allah tetap akan memberikan pahala ini kepada siapa  saja yang memberi buka orang yang berpuasa dengan sebutir kurma, seteguk air dan setetes susu. Itu adalah bulan, yang awalnya dipenuhi rahmat (kasih sayang), pertengahannya dipenuhi ampunan, dan penghujung akhirnya dipenuhi dengan pembebasan dari api neraka. Maka, siapa saja yang meringankan beban dari hamba sahayanya, Allah akan memberikan ampunan kepadanya dan membebaskannya dari api neraka. Perbanyaklah empat perkara pada bulan itu; dua di antaranya kalian rela untuk Rabb kalian, dan dua yang lainnya tidak mungkin kalian tinggalkan. Adapun dua perkara yang kalian rela untuk Rabb kalian adalah syahadat, bahwa Tidak ada yang berhak disembah melainkan Allah, dan kalian meminta ampunan kepada-Nya. Sedangkan dua perkara yang tidak mungkin kalian tinggalkan adalah, kalian meminta surga kepada-Nya, dan berlindung diri kepada-Nya dari api neraka. Siapa saja yang membuat kenyang orang yang berpuasa, maka Allah pasti akan memberinya minum dari telaga-Ku suatu minuman yang tidak akan membuatnya haus sampai dia masuk ke surga-Nya. (H.r. Ibn Huzaimah dari Salman. Lihat, Ibn Huzaimah, Sahih Ibn Huzaimah, juz III, hal. 191; al-Haitsami, Majma’ az-Zawaid: Musnad al-Harits, juz I, hal. 412; al-Baihaqi, Sya’b al-Iman, juz III, hal. 305; al-Mundziri, at-Targhib wa at-Tarhib, juz II, hal. 57)
Maka tiada sikap bagi seorang mukmin  untuk menyambutnya, kecuali sikap gembira penuh suka cita menyiapkan diri sehingga bulan Ramadhan dilalui dengan penuh kebaikan. Sikap gembira menyambut Ramadhan bagi seorang mukmin itu karena:
1.    Seorang mukmin senang mendapatkan perintah Allah karena di balik itu ada pahala yang besar
2.    Ramadhan adalah karunia yang hanya diberikan oleh Allah kepada umat Nabi Muhammad SAW, di antaranya di dalam bulan ini ada satu malam yang disebut Lailatul Qadar, yang keutamaannya melebihi seribu bulan (QS 97: 1-5)
3.    Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Quran, sebuah mukjizat terbesar Rasulullah, petunjuk dan pedoman hidup manusia sepanang zaman
4.    Ramadhan menjadi media pembersih dari segala dosa, meraih ampunan Allah dan mewujudkan ketaqwaan
5.    Semua amal ibadah di bulan Ramadhan diterima, pahala dilipatgandakan, dosa-dosa dilebur, gerbang-gerbang surga dibuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup rapat dan setan-setan dikerangkeng.
Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka setiap hari pada bulan Ramadhan. Setiap Muslim, jika memanjatkan doa, pasti dikabulkan.” (HR al-Bazzar dan al-Haitsami)
6.    Rasul bersabda, “Andai saja manusia tahu keutamaan Ramadhan, pasti mereka berharap Ramadhan itu selama satu tahun.” (HR ath-Thabrani, Ibnu Khuzaimah dan al-Baihaqi).
Menyambut Ramadhan dengan amalan istimewa
Bulan Ramadhan adalah adalah bulan ibadah, bulan dakwah, bulan jihad dan sebuan keutamaan ibadah. Jika di bulan yang lain selain bulan Ramaadhan aktivitas ketaatan kepada Allah dilakukan dengan kesunggguhan, maka terlebih lagi di bulan Ramaadhan. Di antara aktivitas utama menyambut Ramadhan adalah:
1.    Bersungguh-sungguh menyambut Ramadhan, termasuk bersungguh-sungguh mencari informasi masuknya awal Ramadhan
2.    Amar ma’ruf nahi munkar
  • Amar ma’ruf nahi munkar adalah bagian perintah Allah yg diserukan oleh Allah kepada individu, kelompok maupun Negara
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Ali Imran [3]: 104)
  • Amar ma’ruf nahi munkar menjadi jaminan keberlangsungan adanya kebenaran dan kebaikan
  • Meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar menjadikan doa tidak terkabuil
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلَتَنْهَوُنَّ عَنْ الْمُنْكَرِ أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّهُ أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عِقَابًا مِنْهُ ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلاَ يُسْتَجَابُ لَكُمْ
“Demi (Allah) yang jiwaku di tangan-Nya, hendaklah kamu menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Atau (jika tidak) nyaris Allah (akan) mengirimkan siksaan (segera) atas kalian sebab (telah mengabaikan)nya, kemudian kalian berdoa kepada-Nya namun (doa kalian) tidak dikabulkan.” (Muttafaqun ‘Alaihi).Ketika Ummul Mukminin Zainab Radhiyallahu ‘Anha bertanya :
« أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ ؟ » فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ »
“Apakah kita akan binasa, sementara di tengah-tengah kita masih ada orang-orang yang soleh?.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Iya, ketika keburukan telah marak.”  (HR. Bukhari).
  • Amar ma’ruf nahi munkar yang paling efektif adalah yang dilakukan oleh penguasa
مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ
“Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran maka hendaknya dia mengubahnya dengan tangannya, jika dia tidak sanggup maka dengan lisannya, jika dia tidak sanggup maka dengan hatinya dan itulah selemah-lemah keimanan”. (HR. Muslim)
4.    Berjihad
5.    Mengajar dan ilmu
6.    Puasa di siang hari, menuntut shalat malam di malam hari dan memperbanyak membaca dan mentadabburi al-Quran
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ
Puasa dan al-Quran akan memberikan syafaat kepada hamba. Puasa berkata: “Tuhanku, aku telah menghalanginya dari makanan dan syahwat pada siang hari. Karena itu, izinkan aku memberi syafaat kepadanya.” Al-Quran berkata, “Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari. Karena itu, izinkan aku memberi syafaat kepadanya.” Rasul bersabda, “Lalu keduanya dizinkan memberi syafaat (HR Ahmad, ath-Thabrani dan al-Hakim).
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، اَلْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِيْ، وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ …
Setiap amal anak Adam dilipatgandakan, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan semisalnya sampai tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman, “Kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku yang menentukan ganjarannya… (HR Muslim, an-Nasai, ad-Darimi dan al-Baihaqi).
7.    Memperbanyak shadaqah dan menunaikan zakat
8.    Memperbanyak minta ampun dan berdoa
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
Tiga golongan yang doanya tidak ditolak: imam yang adil; orang yang berpuasa hingga berbuka; dan doa orang yang terzalimi (HR at-Tirmidzi, Ibn Majah, dan Ibn Khuzaimah).
Di antara doa yang sangat layak disampaikan seorang mukmin seorang mukmin adalah:
اللّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِيْنِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيْهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادِيْ وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلَِّ خَيْرٍ وَالْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
“Ya Allah Perbaikilah kehidupan agamaku, di mana  ia adalah benteng bagi segala urusanku.Perbaiki urusan duniaku di mana ia adalah kehidupanku. Perbaikilah akhiratku, yang padanya tempatku kembali. Jadikanlah hidup ini sebagai lahan upayaku menambah segala kebajikan, dan jadikanlah mati sebagai titik henti bagiku dari segala keburukan”.
اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.
Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmat-Mu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dari-Mu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau (HR. Abu Dawud).
اللَّهُمَ مَنْ أَراَدَنَا وَأَرَادَ لِهَذَا الدِّيْنَ خَيْرًا فَوَفِّقْهُ كُلَّ خَيْرٍ، وَمَنْ أَراَدَنَا وَأَرَادَ لِهَذَا الدِّيْنِ شَرَّا فَخُذْهُ أَخْذَ عَزِيْزٍ مُقْتَدِرٍ فَإِنَهُ لاَ يُعْجِزُكَ
“Ya Allah, siapa saja yang menghendaki kebaikan kepada kami dan agama ini, maka berilah taufik kepadanya agar tetap dan selalu dalam kebaikan. Tetapi, siapa saja yang menghendaki keburukan kepada kami dan agama ini, maka siksalah dia dengan siksa Dzat yang Maha Perkasa lagi Kuasa. Sesungguhnya dia tidak akan bisa mengalahkan-Mu.”
الَّلهُمَّ اجْعَلْ لَنَا دَوْلَةً إِسْلاَمِيَّةً كَرِيمَةً. الَّتِي تُعِزُّ بِهَا اللإِسْلَامَ وَأَهْلَهُ. وَتُذِلُ بِهَا الكُفْرَ وَالطُّغْيَانَ وَأَهْلَهُ. الَّلهُمَّ اجْعَلْ بِلَادَ المُسْلِمِينَ. خِلَافَةً رَاشِدَةً عَلَى مِنْهَاجِ نَبِيِّكَ. الَّتِي تَجْرِي فِيهَا أَحْكَامُكَ وَ سُنَّةُ رَسُولِكَ. الَّلهُمَّ ارْحَمْنَا بِالتَّوْفِيقِ وَالهِدَايَةِ. الَّلهُمَّ ارْحَمْنَا بِإِقَامَةِ الخِلَافَةِ. الَّلهُمَّ ارْحَمْنَا بِتَطْبِيقِ الشَّرِيعَةِ. بِرَحمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
“Ya Allah, jadikan untuk kami Negara yang Islami lagi mulia, yang dengannya Engkau muliakan Islam dan umatnya, dan dengannya (pula) Engkau hinakan kekufuran dan thaghut beserta para pembelanya. Ya Allah, jadikan negeri-negeri Muslimin sebuah Khilafah Rasyidah yang mengikuti metod NabiMu, yang berlaku di dalamnya hukum-hukumMu dan sunnah RasulMu. Ya Allah, berikanlah kami taufiq dan hidayah. Ya Allah, sayangi kami dengan penegakan Khilafah. Ya Allah, kasihi kami dengan penerapan Syari’ah, dengan rahmatMu, wahai Zat yang paling Pengasih di antara para pengasih, yang paling Penyayang di antara para penyayang.”

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Marhaban Yaa Ramadhan"

Posting Komentar