Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Korban Peluru Nyasar Minta Keadilan

CILEGON – Korban peluru nyasar, Abdulah (64), menuntut keadilan atas peristiwa yang menimpa dirinya. Ia meminta agar pelaku diproses secara hukum. Diketahui, Jumat 13 Mei lalu ia terkena peluru nyasar saat sedang bekerja di pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudra, Lingkungan Cigading, Kecamatan ciwandan, Kota Cilegon.
Korban yang merupakan warga Linkungan Serang Hilir, Rt 07 Rw 02, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan itu menyayangkan atas insiden tersebut dan meminta pihak berwajib mengusut tuntas pelaku penembak yang diduga merupakan oknum anggota Satuan Brimob Polda Banten, yang pada saat kejadian tengah berjaga di PT Krakatau Posco.
“Saya menuntut agar pelaku bertanggungjawab. Kalau bisa ditindak dan diproses secara hukum. Kan ada aturannya, itu kan senjata,” ungkap Abdullah, saat ditemui awak media di kediamannya, Senin (16/5).
Abdullah mengatakan, dari informasi yang ia peroleh dari pihak internal pelabuhan, terduga melontarkan peluru bermaksud menembaki biawak yang dilihat berada di laut. Namun, informasi itu menurutnya adalah sebab musabab yang tidak masuk akal, apalagi jarak antara terduga dan dirinya hanya berjarak 300 meter dari lokasi kejadian.
“Katanya sih lagi nembakin biawak. Tapi saya sendiri tidak percaya. Jaraknya cuma kurang lebih 300 meter dari lokasi saya berdiri. Ada yang bilang itu latihan, masak latihan ditempat umum, saya malah tidak percaya,” tandasnya.
Walaupun sebelumnya sempat diinterogasi oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan informasi awal, sambung Abdullah, hingga saat ini belum ada pihak kepolisian yang mencari dirinya untuk kelanjutan proses kasus tersebut. “Belum ada itikad dari pihak kepolisian untuk memeriksa saya di sini. Dari Brimob juga tidak ada yang datang,” terangnya.
Sementara itu, putera dari korban, Muhamad Daud (28) mengatakan, terkait peristiwa peluru nyasar itu pihaknya sudah melaporkannya ke Polres Cilegon. Laporan itu sebagai desakan supaya kasus itu ditangani dengan serius. “Kasus ini kasus berat dan sebagai kelalaian, harus ditindak dan disanksi tegas,” ujarnya.
Terpisah, Kasat Brimob Polda Banten, Kombes Pol Gatot Mengkurat yang dikonfirmasi membenarkan adanya insiden peluru nyasar yang dilontarkan oleh anggotanya dan menimpa korban. Saat ini, proses kode etik dan penyelidikan kasus itu tengah ditangani secara intensif oleh pihaknya.
“Kasus ini ditangani oleh kami, dan dia diperiksa oleh kita karena melakukan tindakan kecerobohan. Walaupun tidak sengaja, tetap saja dia salah,” ujarnya.
Kasat menerangkan, insiden tembakan yang dilontarkan sebanyak 9 kali dibantah oleh pihaknya. Menurutnya hanya 4 kali tembakan, pelaku menembak kearah air untuk melumpuhkan biawak yang ada di seputar lokasi.
“Jadi bukan 9 kali, karena menggaung jadi bunyinya berkali-kali. Tetapi dari pengakuan dia, saat itu menembak karena ada biawak. Kemudian tembakan itu membuat peluru terpantul. Dari pengakuan dia, itu dilakukan reflex saja,” tandasnya.
Terkait proses hukum yang diminta pihak korban, kata Kasat, pihaknya mendukung dan tetap memproses permasalahan tersebut. Saat ini, oknum anggota penembak peluru nyasar itu tengah ditahan dan akan di proses di persidangan kode etik kepolisian Polda Banten.
“Kita tetap respon itu, langkah kita sudah jelas. Kita periksa anggota kita dan tahan dia tidak kemana-mana. Nanti kita akan sidangkan permasalahan ini. Ancamannya 21 hari kurungan, bisa sampai penundaan pangkat,” terangnya.(nal/bnn)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Korban Peluru Nyasar Minta Keadilan"

Posting Komentar