Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Kenapa Al-Qur’an Disebut Syifa’ (Penyembuh), Bukan Dawa’ (Obat)?

Global Tangsel – Allah Subhanahu wa Ta’ala  berfirman,
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا ﴿٨٢﴾
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an (sesuatu) yang menjadi penawar (penyembuh) dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zalim (Al-Qur’an itu) hanya akan menambah kerugian.” (QS. Al-Israa’ 17 : 82)
Yaa ayyuhal Muslimun, tahukah antum semuanya, kenapa Al-Qur’an disebut syifa’ (penyembuh atau penawar), dan bukan dawa’ (obat)?
Jawabannya karena kata syifa’ ditujukan untuk situasi lahiriah serta batiniah. Sedangkan dawa’ ditujukan untuk situasi lahiriah saja. Jadi, arti syifa’ lebih umum atau lebih luas dibandingkan dengan dawa’. Penyembuh yang dimaksud di sini juga meliputi penyembuh atas segala penyakit, baik rohani maupun jasmani, sebagaimana yang akan dijelaskan didalam sejumlah kitab tafsir.
Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Allah Ta’ala mengabarkan tentang kitab-Nya yang diturunkan kepada Rasul-Nya, yaitu Al-Qur`an, yang tidak terdapat kebatilan di dalamnya baik dari sisi depan maupun belakang, yang diturunkan dari Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji, bahwa sesungguhnya Al-Qur`an itu merupakan penyembuh dan rahmat bagi kaum mukminin. Yaitu menghilangkan segala hal berupa keraguan, kemunafikan, kesyirikan, penyimpangan, dan penyelisihan yang terdapat dalam hati. Al-Qur`an-lah yang menyembuhkan itu semua. Di samping itu, ia merupakan rahmat yang dengannya membuahkan keimanan, hikmah, mencari kebaikan dan mendorong untuk melakukan-nya. Hal ini tidaklah didapatkan kecuali oleh orang yang mengimani, membenarkan, serta mengikutinya. Bagi orang yang seperti ini, Al-Qur`an akan menjadi penyembuh dan rahmat.
Adapun orang Kafir yang mendzalimi dirinya sendiri, maka tatkala mendengarkan Al-Qur`an tidaklah bertambah baginya melainkan semakin jauh dan semakin kufur. Dan sebab ini ada pada orang Kafir itu, bukan pada Al-Qur’annya. Seperti firman Allah Ta’ala,
“Katakanlah: Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh.” (QS. Fushshilat 41 : 44)
Dan Allah Ta’ala juga berfirman:

“Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?’ Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, sedang mereka merasa gembira. Adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan Kafir.” (QS. At-Taubah 9 : 124-125). Dan masih banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang hal ini.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/60)
Selain itu, didalam Al-Qur’an juga ada ayat-ayat tertentu yang dijadikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai ayat ruqyah, salah satunya adalah surat Al-Fatihah.
Ruqyah itu berlaku umum, baik untuk penyakit fisik maupun penyakit non-fisik (misalnya terkena masalah jin, sihir, atau santet). Selain itu, ayat-ayat Al-Qur’an juga bisa mengobati kegundahan jiwa, rasa gelisah, sifat sombong, serta berbagai bentuk penyakit hati yang lain. Ini menunjukkan kalau Al-Qur’an adalah penyembuh untuk jasad serta batin. Wallahu a’lam…[AH/dbs]
Sumber : (Manjanik.net)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kenapa Al-Qur’an Disebut Syifa’ (Penyembuh), Bukan Dawa’ (Obat)?"

Posting Komentar