Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Kasus Narkoba di Cilegon Peringkat ke-4

Ilustrasi.(NET)
CILEGON – Berdasarkan rilis dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, Kota Cilegon berada di peringkat 4 dalam hal penggunaan dan pengedaran narkoba. Sementara posisi pertama masih dipegang Kota Tangerang, posisi kedua Kabupaten Tangerang dan ketiga terbanyak yakni Kota Tangerang Selatan.
“Cilegon saat ini sudah masuk peringkat 4 di Provinsi Banten untuk kasus narkoba. Jika tidak segera dilakukan tindakan tidak menutup kemungkinan Kota Cilegon bisa masuk peringkat 1,” kata Kepala BNN Cilegon Sofian Girsang saat melakukan sosialisasi kepada pihak MUI Kota Cilegon yang diselenggarakan di salah satu hotel di Kota Cilegon, Senin (23/5).
Girsang menambahkan, Cilegon sangat rentan terhadap penyalahgunaan dan peredaraan narkoba. Ini dibuktikan, Kota Cilegon salah satu kota transit yang banyak dikunjungi masyarakat Merak menuju jalur Sumatra.
“Untuk itu saya meminta agar semua pihak bisa bekerjasama dengan baik dalam memerangi narkoba. Selain merugikan pemakainya juga bisa bisa menyebabkan kematian bagi para penggunanya,” tambah Girsang.
Upaya pemerintah untuk mengurangi kasus tersebut, sambung Girsang, mendapat kendala dalam penempatan peralatan untuk mengecek narkoba di daerah yang diduga sebagai titik rawan masuknya narkoba itu.
“Peredaran narkoba itu baru terlihat di permukaan bagaikan gunung es, sehingga perlu persamaan persepsi dan langkah yang baik sehingga peredaraan narkoba ini bisa berkurang,” sambungnya.
Diterangkan Girsang, Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memang menargetkan pada 2015 bebas narkoba. Pencanangan itu sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan Strategis Nasional Dibidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba 2011-2015.
“Seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat diminta berperan menyukseskan Indonesia bebas narkoba 2015. Meskipun dari data BNN, kota-kota besar dan sejumlah provinsi di Indonesia masih menunjukkan persentase yang besar peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” katanya.
Disinggung mengenai sosialisasi dengan MUI Kota Cilegon, Girsang mengungkapkan, sosialisasi ini sebagai salah cara untuk membantu pihak BNN dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di Kota Cilegon.
“Peran dari MUI sangat besar. Selain mereka bisa menyampaikan bahaya narkoba melalui mulut-ke mulut, mereka juga bisa sampaikan melalui dakwah atau ceramah yang dibawakan di masyarakat. Ini dirasa cukup efektif untuk memerangi peredaraan narkoba di Kota Cilegon,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepla MUI Kota Cilegon M. Sayuti Ali mengaku sangat prihatin dengan kasus tersebut. “Kami siap membantu BNN dalam memerangi narkoba. Sebagai MUI, kita akan memberikan dakwah kepada masyarakat jangan sampai terjebak narkoba. Kita semua berkewajiban untuk membentengi masyarakat untuk kasus penyalahagunaan narkoba,” pungkasnya.(eua/bnn)
Sumber : tangsel pos

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kasus Narkoba di Cilegon Peringkat ke-4"

Posting Komentar