Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Kapolda Banten Janji Tuntaskan Kasus Peluru Nyasar

CILEGON – Kapolda Banten, Brigjen Pol Ahmad Dofiri berjanji akan mengusut tuntas oknum anggota Brimob Polda Banten, Brada Wahyu yang melepas tembakan dan mengenai Abdullah, pekerja yang bekerja di Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudra, Lingkungan Cigading, Kecamatan Ciwandan, Cilegon, Jumat, 13 Mei 2016 lalu.
Berdasarkan penuturan Kapolda, saat ini pelaku telah diperiksa. Peristiwa tersebut, menurutnya, menjadi bahan instrospeksi di internal kepolisian agar tidak gegabah menggunakan senjata.
“Saya sudah perintahkan ke Kasat Brimob dan juga seluruh anggota yang memegang senjata agar tidak boleh sembarangan. Walaupun nembaknya tidak sengaja, tetapi kan kalau rekoset, itu celaka juga. Untung masih terserempet, tapi sudah kita tindakan dan dan diproses,” ungkapnya, usai mengikuti kegiatan Hari Lahir Al – Khairiyah ke – 91 di Aula Kampus Al – Khairiyah, Cilegon, Rabu (18/5).
Dofiri menyebutkan, alasan menembak biawak yang sebelumnya juga sempat dinyatakan Kasat Brimob Polda Banten atas pengakuan dari oknum, merupakan hal yang tidak diperbolehkan. Untuk itu, kecerobohan yang dilakukan oknum tetap ditindak tegas sesuai dengan aturan yang ada.
“Tetap itu tidak diperbolehkan. Cuman itu refleks. Lihat itu ada biawak-biawak, dia ngokang. Itu tidak boleh, dan itu tetap salah. Makanya dia kita tetap kita tindak,” tegasnya.
Kapolda mengurai, penggunaan senjata api tidak digunakan secara sembarangan. Hanya digunakan saat tertentu disaat melakukan tindakan yang mendesak dan sudah benar-benar mengancam dalam situasi tertentu.
“Penggunaan senjata itu ada aturannya, ada SOP-nya. Seperti melakukan tindakan hal-hal yang mendesak, yang mengharuskan langkah-langkah tindakan, maka itu baru digunakan,” jelasnya.
Terkait ancaman berat yang akan dikenakan kepada oknum penembak peluru nyasar, kata Kapolda, pihaknya akan menindaklanjuti kasus itu di persidangan kode etik kepolisian. Disinggung oknum terancam akan keluar dari Korps Polri atas tindakan yang dilakukan, Kapolda belum dapat mengurai itu, dan akan menyerahkan sepenuhnya pada proses pengadilan militer.
“Nanti ada yang memproses itu di sidang kode etik kepolisian. Kalau (dikeluarkan), jangan bicara sejauh itu dulu. Yang jelas, kita sudah mengambil tindakan. Tindakannya seperti apa, itu semua ada parameternya. Apa itu pelanggaran, apakah itu kode etik, apakah itu tindakan disiplin atau pemecatan, di situ ada semua,” terangnya.
Sebelumnya, korban peluru nyasar, Abdulah (64), seorang pekerja yang terserempet timah panas itu kedatangan tamu di rumahnya dari Pihak Brimob Polda Banten. Kedatangan Pihak Brimob ke kediaman korban, di Linkungan Serang Hilir, Rt 07 Rw 02, Kelurahan Randakari, Kecamatan Ciwandan untuk menyatakan permintaan maaf dan melakukan upaya penyelesaian secara kekeluargaan.
“Kemarin (Senin) sore, brimob datang ke rumah. Mereka mengatakan kalau biaya pengobatan saya akan ditanggung sampai sembuh,” ungkap Abdullah, yang dikonfirmasi.
Namun demikian, ia berharap kasus tersebut ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku. Walaupun, pihak keluarga terduga pelaku berniat baik akan datang dan meminta maaf atas insiden tersebut, namun kata Abdullah, hal itu tidak mengurungkan pihaknya untuk melanjutkan kasus itu agar dapat diproses sesuai aturan kode etik di Kepolisian Polda Banten.
“Katanya pihak keluarga yang nembak itu mau ke sini mau minta maaf. Saya bilang silakan saja. Dibilang juga kalau pelaku sudah diproses dan ditahan sekarang,” tuturnya.(nal/bnn)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kapolda Banten Janji Tuntaskan Kasus Peluru Nyasar"

Posting Komentar