Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Ibroh Untuk Tangsel : Kasus Yuyun, Pemperkosaan Yang Disertai Pembunuhan

Diposkan Oleh Abu Nur Muhammad Riwan Abdus Salam

Pekan ini dunia medsos diramaikan dengan hashtag‪#‎nyalauntukYuyun‬. Ah, siapa Yuyun? Dia adalah siswi SMP di satu desa di Bengkulu, cerdas, punya masa depan. Tapi anak perempuan ini bernasib malang. Pertengahan April lalu kehormatan dan nyawanya direnggut 14 pemuda begajulan. Yuyun ditemukan di dasar jurang dalam keadaan membusuk, tanpa busana dan terikat. Yuyun tewas mengenaskan.
Kematian Yuyun adalah tragedi, tapi tragedi yang terulang terus dan terus. Bukan kali pertama kita menyimak berita kriminal kekerasan seksual kepada perempuan. Bukan kali pertama pula Komnas HAM dan banyak kalangan meneriakkan Indonesia sudah darurat kekerasan seksual pada perempuan dan anak-anak.
Tapi semua pernyataan itu dianggap angin lalu, sampai akhirnya Yuyun jadi korban. Dan sepertinya Yuyun tidak akan menjadi korban terakhir, akan masih ada korban-korban berikutnya. Bukannya saya sedang berharap sesuatu keburukan, tapi ini adalah prediksi pilu.
Bagaimana tidak? Di tanah air pornografi sudah merambah ke semua daerah karena kecanggihan teknologi informasi. Bahkan anak-anak kecil pun bisa amat mudahnya mendapatkan konten pornografi.
Eksploitasi pada perempuan terus menerus berlangsung. Tempat-tempat hiburan malam yang menawarkan prostitusi bertebaran di berbagai kota besar juga kota kecil. Ditambah lagi minuman keras – yang diminum para pelaku pembunuh Yuyun – masih beredar bebas di negeri ini. Sementara itu hukuman tak kunjung memberi efek jera kepada para pelaku. Pelaku pemerkosaan dan pembunuhan keji seperti itu paling banter hanya dihukum belasan tahun. Tak ada hukuman mati.
Stimulan untuk melakukan tindakan kejahatan seksual dan kekerasan teramat banyak di negeri ini. Pornografi dan pornoaksi masih terus deras mengalir. Dengan kecanggihan teknologi informasi, anak negeri gampang saja mengakses berbagai konten pornografi. Dari yang ‘standar’ sampai yang tak masuk akal dan menjijikkan.
Dungunya, ada orang yang mengatakan pornografi bukan penyebab maraknya kejahatan seksual. Buktinya, kata mereka, korbannya bisa saja perempuan alim yang berkerudung, bukan perempuan yang berpakaian minim menggoda.
Ini adalah logika bodoh yang sengaja dieksploitasi oleh para penggemar pornografi. Mereka ketakukan bila pornografi dan pornoaksi dilarang, maka mereka sebarkan pernyataan-pernyataan tak realistis dan tak masuk akal.


Sama anehnya dengan orang yang tidak mau menjadikan Islam sebagai solusi persoalan umat, termasuk kasus kejahatan dan kekerasan seksual pada perempuan. Mereka sama sekali tidak percaya kalau Islam bisa menyelesaikan persoalan bangsa. Mereka tetap yakin demokrasi dan liberalisme itu baik, layak dan barakah buat negeri.
Mereka juga memusuhi Islam, meski mereka sendiri muslim dan mengaku cinta Islam. Tapi bagi mereka seruan menjadikan Islam sebagai solving problem bagi negeri adalah ancaman. Solusi masalah bangsa, menurut mereka, adalah mempertahankan demokrasi-liberalisme. Jadilah mereka seperti orang-orang yang berputar di dalam labirin yang tak berujung. Kebingungan.
Padahal, tak ada satupun agama dan aturan yang begitu memuliakan dan menjaga perempuan melebihi Islam. Dimana pria dan wanita diperintahkan menjaga pandangan, menutup aurat, dilarang berkhalwat, dan ada sanksi begitu keras bagi mereka yang merusak kehormatan pria-wanita.
Dalam kasus Yuyun, sanksinya kalau mau dihitung amat berat. Mabuk minuman keras terancam sanksi jilid 40 atau 80 kali. Tambah lagi sanksi 100 kali jilidan karena memperkosa. Itupun bila pelakunya masih bujang, belum menikah. Kalau sudah menikah maka sanksi rajam sampai mati menanti.
Itu belum selesai. Karena mereka melakukan pembunuhan secara berkelompok, maka semua yang terlibat diancam hukuman mati.
Kalau sudah begini, apa berani orang-orang melakukan perbuatan keji seperti yang menimpa Yuyun dan korban-korban lainnya? Rasanya tidak.
Ini kasus buat menjadikan perhatian untuk pemerintah Khususnya Tangsel, untuk lebih waspada.
dengan kasus yang serupa tidak menimpa wilayah kita. Amin
Sumber : http://bogoraya.com/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ibroh Untuk Tangsel : Kasus Yuyun, Pemperkosaan Yang Disertai Pembunuhan"

Posting Komentar