Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Faktor Ekonomi, Infrastruktur dan Minimnya Kesadaran Ribuan Siswa Putus Sekolah

Illustrasi Net
PANDEGLANG – Sedikitnya 6.200 lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kabupaten Pandeglang tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang SLTA. Mayoritas penyebabnya karena keterbatasan ekonomi, keterbatasan sarana pendidikan juga minim dorongan orangtua.
Dewan Pendidikan Kabupaten Pandeglang, Siswara mengaku sangat miris ketika melihat banyaknya siswa lulusan SLTP yang tidak melanjutkan ke SLTA. Hal tersebut, menurutnya, menunjukan masih lemahnya mutu pendidikan di wilayah yang dipimpin Irna Narulita itu.
“Dari hasil pendataan yang saya lakukan, ada sekitar 6.200 siswa SLTP yang tidak bisa sekolah lagi. Jumlahnya memang cukup signifikan. Kejadian ini didominasi di wilayah Pandeglang selatan,” ungkap Siswara, Kamis (12/5).
Kata Siswara, sesuai hasil penelitian yang dilakukan dalam setiap tahunnya, siswa lulusan SLTP yang tidak melanjutkan pendidikannya itu diatas rata-rata 6.200 siswa. Faktor penyebabnya karena ekonomi rendah, minim sarana pendidikan di wilayah itu serta infrastruktur jalan yang tidak memadai.
“Saya sangat miris ketika melihat kondisi anak-anak sekolah lulusan SLTP itu banyak yang tidak melanjutkan pendidikannya. Padahal saya yakin mereka punya keinginan besar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena mungkin keterbatasn serta ketidakmampuan ekonomi, yang pada ahirnya mereka memilih kerja, bahkan tidak sedikit juga yang menganggur,” katanya.
Ia menambahkan, dengan banyaknya siswa yang putus sekolah itu, merupakan tanggung jawab pemerintah dalam mengantisipasi dan mendorong, supaya lulusan SLTP tersebut bisa melanjutkan pendidikannya. Karena dalam undang-undang pendidikan sudah jelas, bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk mengenyam pendidikan.
“Hal ini terjadi karena mungkin pemerintahnya kurang perhatian terhadap peningkatan mutu pendidikan, sehingga lulusan SLTP tahun ini saja cukup banyak yang tidak melanjutkan. Ditambah lagi dengan tahun-tahun sebelumnya, selain itu juga masih banyak lulusan SD yang putus sekolah. Jadi bukan hanya sebanyak 6.200 melainkan lebih banyak lagi. Karena itu hanya perbandingan lulusan SLTA yang melanjutkan dan yang tidak ditahun 2016 ini,” ujarnya.
Terpisah, kepala Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Pandeglang, Muhaman Amri, juga mengakui bahwa di Pandeglang ini cukup banyak lulusan SLTP yang tidak melanjutkan ke SLTA. Terutama kata dia, di wilayah selatan. Pihaknya bersama Bupati Pandeglang saat ini tengah mencari solusi untuk mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya akan mengadakan program sekolah 3T alias Terdepan Terbelakang Terisolir.
“Itu terjadi bukan hanya karena faktor ekonomi saja, melainkan karena kepedulian orangtua terhadap pendidikan juga minim ditambah lagi jangkauan sekolah yang cukup jauh. Namun kami tahun ini akan membuka program sekolah 3T, yang tujuannya untuk memudahkan siswa lulusan SLTP dalam melanjutkan pendidikannya ke SLTA,” tutur Amri(sul/bnn)



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Faktor Ekonomi, Infrastruktur dan Minimnya Kesadaran Ribuan Siswa Putus Sekolah"

Posting Komentar