Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Dinas Kebersihan Tangsel Ajak Generasi Muda Peduli Sampah

Ilustrasi net
PAMULANG – Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangerang Selatan mengundang 50 siswa sekolah SMP dari 8 sekolah berlokasi di Kelurahan Pamulang Barat, Pamulang. Para generasi muda tersebut diajak bangga menjadi warga Kota Tangsel dengan bukti cinta pada kebersihan.

Kabid Kesersihan, DKPP Kota Tangsel Yepi Suherman di hadapan para siswa mengajak untuk membanggakan diri sebagai siswa, sebagai orang terpelajar juga bangga sebagai warga Tangsel. Selama ini banyak orang yang tindak bangga demi ingin disebut sebagai orang modern, tapi mengesampingkan hal lain.

“Banyak orang saat ini lupa akan asal mereka, lingkunganya, kotanya, pendidikannya dan negaranya. Dari lupa dan tidak memiliki kebanggaan diri semata-mata untuk dianggap sebagai orang modern,” kata Yepi.

Dampak yang terasa dari kondisi modern inilah semua apatis terhadap lingkungan masing-masing. Tidak peduli lagi soal gotong royong membersihkan sampah. Berserakan dipinggir jalan bahkan dilingkungan tanpa ada keprihatinan.

“Melihat kondisi demikian kami dalam kegiatan ini ingin mengajak anak-anak sekolah menjadi generasi yang cerdas dan peduli terhadap lingkungan masing-masing,” imbuhnya.

Insinyur yang pernah lama dinas di Papua itu mengatakan, banyak orang tidak pernah memikirkan dampak dari sampah. Ia mengambil contoh sampah plastik memiliki kekuatan hingga 300 tahun baru terurai kendati dipendam di tanah.

“Ade-ade perlu diketahui jika sampah yang berbahaya itu masa urainya begitu lama. Corak sampah memiliki masa urai berbeda-beda, ada tahuan, puluhan tahun hingga ratuan tahun seperti plastik,” Yepi merinci.

Supaya para siswa memahami kondisi sampah di Tangsel. Yepi mengambarkan kondisi TPA Cipeucang yang kini tingginya mencapai 16 meter. Sontak siswa mendengarkan pemaparan Yepi cukup tertegun.

“Ini yang belum dipahami banyak warga, belum mau memisahkan sampah organik anorganik. Dimasukan ke dalam kantong plastik jadikan satu kemudian dibuang pada tong sampah sehingga lama terurai,” tukas Yepi.

Guna mengurai sampah supaya cepat terurai, Yepi akan membentuk bank sampah di lingkungan sekolah. Dengan mengandeng Forum Komunikasi Bank Sampah (FORKAS). Forkas dan DKPP menjadi kasalisator terbentuknya bank sampah di sekolah. “Kami akan bekerjasama dengan FORKAS membentuk bank sampah di sekolah. Generasi muda harus semangat mendukung terciptanya Tangsel lingkungan sehat,” ajaknya.

Turut hadir pengurus FORKAS sekaligus menjadi narsumber Ina Agustiana dan Eka Tarmidzi. Ina sempat memberikan contoh produk-produk dari sampah misalkan tas dari bungkus kopi, termasuk dompet. Gantungan kunci sebagai produk kerajinan tangan yang Ina buat selama ini.

“Semua sampah dapat dimanfaatkan. Kertas dapat kita buat tempat baju kotor. Bungkus minuman saset bisa menjadi tas dan dompet,” papar Ina.

Eka Tarmidzi menjelaskan sudah satu tahun membina Sekolah Dasar Negeri Bambu Apus dalam mengelola sampah. Murid yang dibina selama ini sebanyak 500 siswa dan cukup aktif. “Selama ini tidak ada kesulitan dalam membina anak-anak. Mungkin di Tangsel satu-satunya Sekolah Dasar di Tangsel yang giat mengembangkan bank sampah. Ini menjadi inspirasi,” papar Eka.

Salah satu guru IPA asal Smp Al Hasanah, Pamulang Timur, Erni Yustiani (21) turut mendampingi 6 siswanya itu mengaku mendapatkan pencerahan dalam bidang sampah. Selama ini ia bakar pagi hari. Ia pun berencana membuka bank sampah.

“Kegiatan yang sangat menarik. Kami pun akan membuat bank sampah mengurangi pembakaran setiap pagi hari selama ini,” tuturnya.(din)
Sumber : Tangsel Pos

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Dinas Kebersihan Tangsel Ajak Generasi Muda Peduli Sampah"

Posting Komentar