Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Dewan Tangsel Pertanyakan Retribusi Pasar

SERPONG – DPRD Tangsel benar-benar tidak habis pikir, ketika aset pasar sudah dilimpahkan, namun retribusinya masih saja diserahkan ke kabupaten induk yaitu Kabupaten Tangerang.
Seperti Pasar Serpong, yang diketahui mampu menghasilkan Rp 56 juta per bulannya, namun restribusi puluhan juta itu masih saja diserahkan ke Kabupaten Tangerang.
Padahal per Januari 2016 kemarin secara resmi seluruh aset pasar, termasuk Pasar Serpong sudah menjadi milik Tangsel. Sehingga seharusnya retribusi puluhan juta itu masuk ke kas Tangsel.
Komisi III DPRD Tangsel, Amar, mengaku cukup aneh dengan pengelolaan restribusi tersebut setelah aset dilimpahkan. Amar juga mengatakan Komisi III menyikapi serius persoalan itu dan akan segera menggelar koordinasi dengan pihak ketiga selaku pengelola Pasar Serpong.
“Hal itu sudah kami sikapi dan langung kami sikapi ke Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel. Bahwa yang sudah diserahkan ke Tangsel, seluruhnya harus menjadi hak Tangsel,” ujarnya.
Sikapi yang diambil Komisi III menurut Amar, ialah akan segera menanyakan pula ke pihak ketiga pengelola Pasar Serpong yaitu PT Bangun Prima Sarana.
“Kita hanya ingin mencari tahu, apakah persoalan retribusi ini masih ada sangkut pautnya dengan pihak PD Pasar Kertaraharja. Agar semua persoalan jelas,” ungkapnya.
Anggota Komisi III lainnya, Iwan Rahayu, mengaku dengan diambil alihnya ke Tangsel. Maka soal target retribusi itu kedepannya juga bisa ditingkatkan lagi untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Makanya kita ingin selesaikan dulu persoalan retribusi ini. Tujuannya agar kedepannya kita bisa lakukan pengkajian ulang untuk menambah target retribusi. Karena bisa kita lihat sendiri Pasar Serpong ini cukup padat,” tuturnya.
Sebelumnya, Kabid Perdagangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, Rohidin mengatakan sejak 1 Januari 2016 sudah diterima pelimpahan dari Kabupaten Tangerang secara otomatis retribusi masuk ke kas Tangsel.
“Namun dari Pasar Serpong, Pasar Bintaro, Pasar Jombang, Pasar Ciputat dan Pasar Cimanggis belum semua diserahkan retribusinya,” tegas Rohidin usai melakukan tinjauan ke Pasar Serpong, Selasa (26/4) bersama rombongan.
Dari 5 pasar, baru ada 3 yang sudah masuk menyerahkan retribusinya ke kas daerah. Pertama Pasar Ciputat, Jombang dan Pasar Cimanggis.
Pasar Ciputat retribusi per hari saat ini Rp 800 ribu dari target Rp 2 juta per hari. Pasar Cimanggis Rp 170 ribu per hari, Pasar Jombang Rp 450 ribu per hari.
“Sedangkan Pasar Serpong per bulan sudah mampu mendapatkan Rp 56 juta dan Pasar Bintaro Rp 7 juta per bulan.
Namun kedua pasar tersebut belum menyerahkan ke bendahara UPT pasar tradisonal Tangsel untuk diserahkan ke kas daerah,” paparnya.
Lanjut ia, untuk Pasar Serpong sendiri, masih menyetorkan ke Kabupaten Tangerang yang dikelola oleh PT Bangun Prima Sarana meski sudah dilimpahkan aset pasar ke Tangsel.
Sedangkan Pasar Bintaro masih menyusun kesepakatan perjanjian dengan pihak ketiga yakni PT Andita Mas sebagai pengelola. Jika nanti sudah selesai perjanjian akan menyerahkan khasnya ke Tangsel.
“Ini yang masih menjadi kendala, Pasar Serpong saja masih menyerahkan ke Kabupaten Tangerang. Sedangkan Bintaro mereka mengumpulkan uangnya selama tiga bulan ini, manakala sudah ada perjanjianya akan disetorkan langsung,” tambahnya.
Surat telah dilayangkan ke Pasar Serpong pada Februari dan Maret lalu. Namun belum ada tindak lanjut soal surat yang telah dilayangkan.
Jika merujuk pada Perda Nomor 9 tahun 2014 tentang Pemanfaatan Aset Daerah maka sudah langsung ke Tangsel.
“Aturannya sudah jelas, tidak ada kekeliruan mereka menyerahkan kepada kami retribusinya. Tetapi mengapa mereka justru ke Kabupaten Tangerang,” tambahnya. (dra)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dewan Tangsel Pertanyakan Retribusi Pasar"

Posting Komentar