Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Datang ke Puspiptek: Menristek Gulirkan Program Beasiswa

SETU – Untuk menambah kapasistas sumber daya dosen negeri dan swasta, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) bekerjasama dengan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) meluncurkan Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI).
Menristekdikti, Muhammad Nasir menjelaskan selain program BUDI ada program lain yakni Penomoran Ijasah Nasional dan Sistim Verifikasi Ijasah secara Elektronik (SIVIL), serta Pusat Informasi pelayanan Terpadu (PINTU) sehingga totalnya ada tiga program unggulan.
Jika saat ini banyak para dosen yang membutuhkan pendidikan lanjutan hingga menjadi doktor. Dengan pendidikan lanjutan secara kualitas para dosen dapat memumpuni dalam bidang keilmuan masing-masing.
“Saat ini ada 50 ribu lebih dosen yang masih S1, kesempatan dosen yang ingin menempuh S3 juga masih sangat terbatas,” katanya di Gedung Graha Widya Bahkti, Puspiptek, Setu Tangsel.
Program beasiswa dosen unggulan ini bisa diraih bagi para dosen yang telah memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) atau nomor Induk Dosen Khusus (NIDK). Program ini memberikan kelonggaran dari segi pembiayaan oleh negara.
“Ini beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Pascasarjana, baik di dalam maupun luar negeri untuk ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya,” tambahnya.
Nasir mengharapkan melalui kerjasama dengan LPDP, kedepannya penerimaan beasiswa bagi para dosen akan berjalan lancar tidak ada hambatan. Jangan sampai muncul banyak keluhan karena penyaluran dana beasiswa terlambat.
“Banyak keluhan mahasiswa kita yang menempuh program S2 di luar negeri ini, ada keterlambatan uang beasiswa, sehingga menghambat proses perkuliahan mereka.
Diharapkan dengan kerjasama ini tidak lagi ada kendala keterlambatan uang beasiswa,” Nasir berharap.
Program selanjutnya Sistim Verifikasi Ijasah Secara Elektronik (SIVIL) perlu dicetuskan mengingat marak beredarnya ijazah perguruan tinggi palsu beberapa waktu lalu.
Sampai saat ini sudah ada 118 aduan kepada Kemeristekdikti, supaya segera memverifikasi keabsahan ijazah yang diragukan oleh masyarakat.
“Sivil kita luncurkan dalam rangka mereformasi pendidikan. Ini juga dilakukan sebagai upaya pencegahan atas marak beredarnya ijazah palsu beberapa waktu lalu,” paparnya.
Melalui program Sivil, maka keabsahan ijazah yang ada di semua perguruan tinggi negeri maupun swasta akan dapat dilihat asli tidaknya dengan memasukan nomor ijazah yang tertera apakah terdaftar atau tidak ini berlaku untuk seluruh Indonesia.
“Mudah caranya tinggal memasukan nomor ijazah pada belmawa.ristekdikti.go.id nanti ijazah akan terlihat, nama mahasiswanya, perguruan tinggi, dan program studinya saat duduk di bangku kuliah,” tambahnya.
Saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan sosialisasi kepada perguruan tinggi yang akan diberlakukan pada pertengahan tahun ini.
Respon perguruan tinggi cukup baik dengan diluncurkan tiga program unggulan ini untuk memberikan kemudahan dalam dunia pendidikan perguruan tinggi.
“Kami akan terus mensosialisasikan kepada seluruh perguruan tinggi. Sekaligus sosialisasi, efektif penerapannya pada bulan September. Banyak perguruan tinggi yang sudah menyiapkan ijazah dan ini perlu disinkronkan,” paparnya.
Program lainnya untuk memberikan kemudahan pada masyarakat dengan mengintegrasikan kepada publik berkaitan tentang Kemenristekdikti, seperti pendidikan, perijinan, layanan informasi serta layanan pengaduan.
“Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk menyederhanakan proses pelayanan publik, dengan perbaikan standar layanan di masing-masing teknis, dan didukung dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai,” jelasnya.

Direktur Utama LPDP, Eko Prasetyo, melanjutkan program BUDI ini, LPDP hanya mengurusi persolan dana beasiswa. Sementara untuk tahapan seleksi, kuota dan sebagainya dari Kemenristek dikti yang akan melakukan seleksi secara ketat.
“Untuk dosen, sesuai roadmap Kemenristek dikti, kalau LPDP hanya melihat kebutuhan nasional saja dari aspek pendanaan dan pemetaan saja,” paparnya.(din)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Datang ke Puspiptek: Menristek Gulirkan Program Beasiswa"

Posting Komentar