Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Beroperasi Selama Puasa, Izin Tempat Hiburan Dicabut

Sosialisasi Jelang Ramadan

SERPONG – Ini peringatan buat para pengusaha tempat hiburan dan rumah makan. Jika tetap membandel dengan membuka usahanya selama Ramadan, maka izin operasionalnya bakal dicabut Pemkot Tangsel.
Selama bulan puasa, Pemkot memberlakukan larangan buka usaha bagi 11 item tempat hiburan yakni, klab malam, diskotik, pub, live music, karaoke, kafe, bar, rumah biliar, panti pijat, spa, dan permainan ketangkasan kecuali difasilitasi mall.
Untuk operasional rumah maka juga diatur melalui usaha kepariwisatan dan himbauan amaliyah ummat menjelang dan selama bulan Ramadan serta Idul Fitri 1437 H/2016 M. Saat ini surat edaran sedang dibahas Pemkot, MUI serta pelaku usaha.
Dalam surat edaran nantinya bakal tertera untuk rumah makan jam operasional selama bulan suci dibatasi mulai pukul 12.00 hingga 04.00 WIB dan wajib memakai gorden agar tidak nampak dari luar sebelum adzan magrib. Sedangkan, tempat hiburan ditutup total selama Ramadan.
Kepala Kantor Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Tangsel, Yanuar mengatakan untuk pengawasan pihaknya bersama Satpol PP akan turun ke lapangan melalukan pengecekan. “Jika surat edaran sudah diterbitkan, kami lakukan sosialisasi,” ungkapnya ditemui usai rapat koordinasi persiapan jelang bulan Ramadan di Alam Sutera, Kecamatan Serpong Utara, Senin (30/5).
Menurutnya, jika ada pelaku usaha kepariwisataan terbukti melakukan pelanggaran bakal ditindak tegas. Pertama teguran tertulis sebanyak tiga kali dan sanksi administrasi. Jika masih membandel bakal ditutup usahanya dengan mencabut surat izin usaha kepariwisataan (TDUP) dan dikenakan sanksi pidana berdasarkan ketentuan perundang-undangan. “Kami minta pengusaha kepariwisataan mematuhi surat edaran yang dibuat,” katanya.
Asda II Pemkot Tangsel, Dedi Budiawan menuturkan surat edaran tersebut dibuat agar umat bisa menjalankan ibadah bulan puasa dengan khusyuk. Surat edaran ini akan diberlakukan pada H-2 Ramadan dan H+7 Idul Fitri. “Surat edaran ini harus diterapkan. Jangan hanya ditempel di tempat usaha tetapi dihiraukan,” ujarnya.
Kepala Satpol PP Kota Tangsel, Azhar Syamun mengaku, sebagai eksekutor di lapangan bakal tegas untuk menindak pelaku usaha yang membandel. “Kami inginkan bulan puasa ini di Kota Tangsel kondusif. Makanya kita juga minta partisipasi masyarakat untuk turut mengawasi,” jelasnya.
Pihaknya menghimbau kepada ormas agar tidak melakuka sweeping tindakan anarkis di tempat-tempat usaha kepariwisataan. “Mari kita sama-sama menjaga kondusifitas selama Ramadan ini,” bebernya.
Wakil Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indoensia (PHRI) Kota Tangsel, Andre Sumanegara mendukung langkah pemerintah daerah dalam menerbitkan surat edaran. Pengusaha kepariwisataan mengaku tidak keberatan pembatasan jam operasional restoran dan tempat hiburan tutup total. “Kawan-kawan (PHRI-red) pastinya sudah mempersiapkan selama bulan puasa ini. Kami juga menghormati umat muslim yang menjalankan ibadah puasa,” terangnya.
Menurutnya, selama Ramadan dipastikan omzet berkurang karena adanya pembatasan jam operasioal. Meski demikian, para pengusaha tetap akan mengikuti aturan dari pemerintah daerah. Sementara untuk karyawan tempat hiburan yang ditutup total, hak-hak karyawannya tetap dibayarkan.
“Kita sudah memikirkan hak karyawan hiburan malam meskipun selama satu bulan penuh tidak bekerja,” pungkasnya.(irm)
(Sumber : DEMY SANJAYA /TANGSEL POS)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Beroperasi Selama Puasa, Izin Tempat Hiburan Dicabut"

Posting Komentar