Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

APAKAH TIDAK BOLEH MEMPERJUANGKAN AGAR INDONESIA DAN DUNIA INI LEBIH BAIK?


HT(I) sejak awal hingga sekarang berjuang sekuat tenaga agar Indonesia dan dunia ini lebih baik. Setelah mengkaji dg seksama dan dg pikiran jernih, HT(I) sampai pada suatu kesimpulan bahwa sumber masalah di Indonesia dan dunia adalah krn tdk diterapkannya hukum Allah oleh para pemimpin yg tdk mau tunduk kepada Allah. Akibatnya, segala hal diputuskan dan diatur hanya berdasarkan keinginan dan kemauan pemimpin dan kelompoknya, yang tak jarang penuh dg nafsu dan keserakahan. Dampaknya urusan dan hak-hak masyarakat diabaikan. Mereka hanya concern dg urusan dirinya, keluarganya dan kelompoknya.
Menurut HT(I), setelah kajian yg mendalam, solusinya hanya satu, yaitu dg penerapan hukum Allah secara paripurna, oleh pemimpin yang mau tunduk kepada Allah dan merasa diawasi oleh Allah swt. Setelah mengetahui akar masalah dan solusinya, maka HT(I) berjuang dg sungguh-sungguh agar solusi itu terwujud, seingga masyarakat Indonesia dan dunia ini merasakan kebahagiaan, keamanan dan keadilan. Apakah dilarang perjuangan unk memperbaiki negeri ini?
Dalam perjuangannya, HT(I) melakukannya dg cara yang damai, yaitu dg cara memahamkan masyarakat dan tokohnya, sehingga diharapkan masyarakat ini sendiri yang berubah, setelah sadar akan kekeliruannya dan paham akan solusi atas masalah yang dihadapinya.
HT(I) sama sekali tak pernah menempuh jalan kekerasan, seperti pemaksaan, intimidasi, menekan masyarakat, atau melakukan aksi terorisme. Ini semua dilakukan HT(I) bukan krn ingin cari simpati, tetapi karena itulah yang dipahami HT(I) dari dakwah Rasulullah saat di Makkah.
Apakah memperjuangkan kebaikan masyarakat dengan penerapan Islam secara kaffah itu tdk boleh? Atas dasar apa tidak boleh? Apakah ada ajaran dari nenek-moyang kita yang melarang perjuangan unk kebaikan?
Mungkin ada yang mengatakan, krn HT(I) tidak Indonesia. Sy tegaskan: semua aktivis HT(I) di Indonesia ini adalah orang asli Indonesia. Berbicara dg bahasa Indonesia. Nenek moyangnya Indonesia. Darahnya tumpah di Indonesia. Makan dan minum dari rizkinya Allah yang ada di Indonesia ini. Karena itulah, mereka berjuang unk kebaikan Indonesia. Mereka juga sadar, bahwa Indonesia adalah bagian dari dunia, maka mereka juga berjuang unk kebaikan dunia ini, bersama komponen umat yang merindukan kebaikan dr belahan dunia manapun.
Apakah upaya perbaikan di dosa besar, yang harus dilawan sampai titik darah penghabisan?
Jawabnya: tentu terserah mereka. Namun yang jelas, HT(I) tak pernah memusuhi mereka. Tak pernah sedikitpun terlintas, unk mengusik mereka, mengajak debat mereka, atau mengganggu mereka.
HT(I) hanya berusaha berjuang agar Indonesia dan dunia ini lebih baik. Sementara masalah mereka setuju atau tidak, marah atau tidak, itu urusan mereka sendiri.
Tentu, HT(I) akan sangat senang jika komponen umat mengajak dialog dan menanyakan ttg perbagai hal ttg Islam, keumatan, dan perbaikan umat. Namun, jika ada yang mengajak debat, maka HT(I) akan menanyakan unk apa tujuannya. Jika, debat itu unk gagah-gagahan, menang-menangan, dan pinter-pinteran, maka sejak awal, HT(I) menghindari cara itu. Itu adalah cara anak kecil agar diakui eksistensinya, dan tentu saja tidak pernah dicontohkan Rasulullah. Namun, jika debat itu unk mencari kebenaran, itu mmg dicontohkan Rasulullah saat menghadapi Yahudi dan Nashrani Najran. Dalam hal ini, HT(I) juga mencontohnya, tentu tetap dg kepala dingin. Sebab, kebenaran tdk akan pernah diperoleh jika kepala kita panas. Debat saat kepala panas, justru akan menambah kepala jadi panas.
Jadi, HT(I) berjuang hanya unk kebaikan negeri dan dunia ini, dengan cara-cara damai seperti yang diajarkan Rasulullah. Jika ada yang tersinggung dan marah dengan perjuangan ini, HT(I) sama sekali tak bermaksud menyinggung atau membuat marah orang atau kelompok tertentu. Tersinggung atau marah itu murni urusan setiap individu atau kelompok dalam mengontrol emosi masing-masing.
Wallahu a'lam.
*****
Jember (beritajatim.com) - Human Right Watch menolak jika Hizbut Tahrir Indonesia dibubarkan. Selama HTI hanya berpendapat dan tidak melakukan kekerasan, maka hak organisasi itu layak dilindungi.
"Saya pernah dimintai pendapat beberapa orang petinggi di Jakarta untuk melarang Hizbut Tahrir seluruh Indonesia. Kami tidak sependapat, karena ini bertentangan dengan semangat demokrasi, prinsip-prinsip hukum internasional," kata perwakilan Human Right Watch saat berkunjung di Jember, Jawa Timur, Rabu (4/5/2016) hingga Sabtu (7/5/2016).
Menurut Andreas, babon hukum internasional adalah International Covenant on Civil and Political Rights. "Ini sudah diratifikasi DPR RI," katanya.
"Saya kira Hizbut Tahrir bebas untuk berpendapat, mengadakan pengajian, maupun bicara soal khilafah islamiyah, antipancasila, maupun antidemokrasi. Ini masalah kebebasan berpendapat saja," kata Andreas.
Andreas menilai apa yang dilakukan HTI belum masuk makar. "Menurut KUHP, yang disebut makar adalah gerakan separatis melawan negara atau memisahkan seluruh atau sebagian negara dengan kekerasan. Saya kira Hizbut Tahrir tidak menganjurkan kekerasan, juga tidak ada tanda-tanda Hizbut Tahrir ngumpulin bom atau mau mengumpulkan angkatan bersenjata," katanya.
Andreas mengusulkan agar HTI diajak debat soal Pancasila dan demokrasi. "Debat ini dilindungi aparat keamanan agar tidak terjadi intimidasi," katanya.
HTI tengah menjadi isu panas di Jember, menyusul aksi Gerakan Pemuda Ansor yang menghadang muktamar organisasi itu, Minggu (1/5/2016). Bahkan, Pengurus Cabang NU Jember segera melayangkan surat ke pemerintah pusat untuk membubarkan HTI, karena memiliki ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.
Andreas mengatakan, undang-undang tentang ormas memang bermasalah jika dikaitkan dengan Hizbut Tahrir, karena ada pasal yang menyatakan setiap organisasi massa tidak boleh menentang Pancasila dan NKRI. "Namun UU ormas ini bermasalah, dikritik PBB di Jenewa karena dianggap bertentangan dengan kebebasan berpendapat dan beragama," katanya. [wir]
Copas dr FP guru kami almukarram KH. Choirul Anam
Mahbub Zarkasyi ibn Supri bersama George Marlin.
APAKAH TIDAK BOLEH MEMPERJUANGKAN AGAR INDONESIA DAN DUNIA INI LEBIH BAIK?
HT(I) sejak awal hingga sekarang berjuang sekuat tenaga agar Indonesia dan dunia ini lebih baik. Setelah mengkaji dg seksama dan dg pikiran jernih, HT(I) sampai pada suatu kesimpulan bahwa sumber masalah di Indonesia dan dunia adalah krn tdk diterapkannya hukum Allah oleh para pemimpin yg tdk mau tunduk kepada Allah. Akibatnya, segala hal diputuskan dan diatur hanya berdasarkan keinginan dan kemauan pemimpin dan kelompoknya, yang tak jarang penuh dg nafsu dan keserakahan. Dampaknya urusan dan hak-hak masyarakat diabaikan. Mereka hanya concern dg urusan dirinya, keluarganya dan kelompoknya.
Menurut HT(I), setelah kajian yg mendalam, solusinya hanya satu, yaitu dg penerapan hukum Allah secara paripurna, oleh pemimpin yang mau tunduk kepada Allah dan merasa diawasi oleh Allah swt. Setelah mengetahui akar masalah dan solusinya, maka HT(I) berjuang dg sungguh-sungguh agar solusi itu terwujud, seingga masyarakat Indonesia dan dunia ini merasakan kebahagiaan, keamanan dan keadilan. Apakah dilarang perjuangan unk memperbaiki negeri ini?
Dalam perjuangannya, HT(I) melakukannya dg cara yang damai, yaitu dg cara memahamkan masyarakat dan tokohnya, sehingga diharapkan masyarakat ini sendiri yang berubah, setelah sadar akan kekeliruannya dan paham akan solusi atas masalah yang dihadapinya.
HT(I) sama sekali tak pernah menempuh jalan kekerasan, seperti pemaksaan, intimidasi, menekan masyarakat, atau melakukan aksi terorisme. Ini semua dilakukan HT(I) bukan krn ingin cari simpati, tetapi karena itulah yang dipahami HT(I) dari dakwah Rasulullah saat di Makkah.
Apakah memperjuangkan kebaikan masyarakat dengan penerapan Islam secara kaffah itu tdk boleh? Atas dasar apa tidak boleh? Apakah ada ajaran dari nenek-moyang kita yang melarang perjuangan unk kebaikan?
Mungkin ada yang mengatakan, krn HT(I) tidak Indonesia. Sy tegaskan: semua aktivis HT(I) di Indonesia ini adalah orang asli Indonesia. Berbicara dg bahasa Indonesia. Nenek moyangnya Indonesia. Darahnya tumpah di Indonesia. Makan dan minum dari rizkinya Allah yang ada di Indonesia ini. Karena itulah, mereka berjuang unk kebaikan Indonesia. Mereka juga sadar, bahwa Indonesia adalah bagian dari dunia, maka mereka juga berjuang unk kebaikan dunia ini, bersama komponen umat yang merindukan kebaikan dr belahan dunia manapun.
Apakah upaya perbaikan di dosa besar, yang harus dilawan sampai titik darah penghabisan?
Jawabnya: tentu terserah mereka. Namun yang jelas, HT(I) tak pernah memusuhi mereka. Tak pernah sedikitpun terlintas, unk mengusik mereka, mengajak debat mereka, atau mengganggu mereka.
HT(I) hanya berusaha berjuang agar Indonesia dan dunia ini lebih baik. Sementara masalah mereka setuju atau tidak, marah atau tidak, itu urusan mereka sendiri.
Tentu, HT(I) akan sangat senang jika komponen umat mengajak dialog dan menanyakan ttg perbagai hal ttg Islam, keumatan, dan perbaikan umat. Namun, jika ada yang mengajak debat, maka HT(I) akan menanyakan unk apa tujuannya. Jika, debat itu unk gagah-gagahan, menang-menangan, dan pinter-pinteran, maka sejak awal, HT(I) menghindari cara itu. Itu adalah cara anak kecil agar diakui eksistensinya, dan tentu saja tidak pernah dicontohkan Rasulullah. Namun, jika debat itu unk mencari kebenaran, itu mmg dicontohkan Rasulullah saat menghadapi Yahudi dan Nashrani Najran. Dalam hal ini, HT(I) juga mencontohnya, tentu tetap dg kepala dingin. Sebab, kebenaran tdk akan pernah diperoleh jika kepala kita panas. Debat saat kepala panas, justru akan menambah kepala jadi panas.
Jadi, HT(I) berjuang hanya unk kebaikan negeri dan dunia ini, dengan cara-cara damai seperti yang diajarkan Rasulullah. Jika ada yang tersinggung dan marah dengan perjuangan ini, HT(I) sama sekali tak bermaksud menyinggung atau membuat marah orang atau kelompok tertentu. Tersinggung atau marah itu murni urusan setiap individu atau kelompok dalam mengontrol emosi masing-masing.
Wallahu a'lam.
*****
Jember (beritajatim.com) - Human Right Watch menolak jika Hizbut Tahrir Indonesia dibubarkan. Selama HTI hanya berpendapat dan tidak melakukan kekerasan, maka hak organisasi itu layak dilindungi.
"Saya pernah dimintai pendapat beberapa orang petinggi di Jakarta untuk melarang Hizbut Tahrir seluruh Indonesia. Kami tidak sependapat, karena ini bertentangan dengan semangat demokrasi, prinsip-prinsip hukum internasional," kata perwakilan Human Right Watch saat berkunjung di Jember, Jawa Timur, Rabu (4/5/2016) hingga Sabtu (7/5/2016).
Menurut Andreas, babon hukum internasional adalah International Covenant on Civil and Political Rights. "Ini sudah diratifikasi DPR RI," katanya.
"Saya kira Hizbut Tahrir bebas untuk berpendapat, mengadakan pengajian, maupun bicara soal khilafah islamiyah, antipancasila, maupun antidemokrasi. Ini masalah kebebasan berpendapat saja," kata Andreas.
Andreas menilai apa yang dilakukan HTI belum masuk makar. "Menurut KUHP, yang disebut makar adalah gerakan separatis melawan negara atau memisahkan seluruh atau sebagian negara dengan kekerasan. Saya kira Hizbut Tahrir tidak menganjurkan kekerasan, juga tidak ada tanda-tanda Hizbut Tahrir ngumpulin bom atau mau mengumpulkan angkatan bersenjata," katanya.
Andreas mengusulkan agar HTI diajak debat soal Pancasila dan demokrasi. "Debat ini dilindungi aparat keamanan agar tidak terjadi intimidasi," katanya.
HTI tengah menjadi isu panas di Jember, menyusul aksi Gerakan Pemuda Ansor yang menghadang muktamar organisasi itu, Minggu (1/5/2016). Bahkan, Pengurus Cabang NU Jember segera melayangkan surat ke pemerintah pusat untuk membubarkan HTI, karena memiliki ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI.
Andreas mengatakan, undang-undang tentang ormas memang bermasalah jika dikaitkan dengan Hizbut Tahrir, karena ada pasal yang menyatakan setiap organisasi massa tidak boleh menentang Pancasila dan NKRI. "Namun UU ormas ini bermasalah, dikritik PBB di Jenewa karena dianggap bertentangan dengan kebebasan berpendapat dan beragama," katanya. [wir]
Copas dr FP guru kami almukarram KH. Choirul Anam

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "APAKAH TIDAK BOLEH MEMPERJUANGKAN AGAR INDONESIA DAN DUNIA INI LEBIH BAIK?"

Posting Komentar