Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Warga Gunung Sari Mulai Keluhkan Peternakan Ayam

SERANG – Puluhan warga Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari berunjuk rasa di depan Pendopo Bupati Serang, Rabu (13/4). Mereka mengeluhkan keberadaan ternak ayam milik PT Taat Indah Bersinar di desanya lantaran terlalu dekat dengan pemukiman warga dan mengeluarkan bau tidak sedap yang menyengat.
Pantauan langsung, unjuk rasa dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, dimana puluhan warga yang datang menggunakan angkot dan pikap langsung menggelar orasi. 30 menit berorasi, massa akhirnya mendapat tawaran untuk beraudiensi dari Asda I Pemkab Serang, Agus Erwana yang langsung diterima pendemo.
Koordinator Aksi, Yus Yusuf mengatakan, unjuk rasa yang digelar merupakan puncak kekesalan warga Desa Gunungsari terhadap peternakan ayam milik PT Taat Indah Bersinar. Mereka merasa terganggu dengan keberadaan peternak.
“Peternak ayam yang telah beroperasi sejak 2015 dengan luas tujuh hektare itu setiap hari menghasilkan limbah kotoran ayam, dari limbah itu lah kami merasa terganggu. Polusi udara, sangat bau, menganggu pernafasan,” ujarnya.
Ia menuturkan, efek limbah kotoran tersebut tidak main-main karena bau yang dihasilkan selalu tercium dalam setiap tarikan nafas. Bahkan, warga sudah beranggapan bahwa warga setempat sekarang selalu makan bersama lalat.
“Baunya gak hilang-hilang setiap menghirup udara pasti tercium karena lokasi peternakan hanya 30 meter dengan pemukiman warga. Sekarang yang pertama makan makanan warga bukan orang melainkan lalat hitam hingga lalat hijau,” keluhnya.
Terkait hal tersebut, sebenarnya warga sudah mengadu ke kades dan camat namun tidak pernah ditindaklanjuti. Dia pun mengancam, jika keluhannya tidak juga ditindaklanjuti oleh Pemkab maka warga akan mendirikan tenda di depan pendopo.
“Kami sudah beberapa kali melapor ke kades dan camat tapi takada tindaklanjut. Parahnya, kades dan camat malah mengaku tidak tahu tentang perizinannya. Ini kalau Pemkab tidak menindaklanjuti, kami akan mendirikan tenda, kami akan tidur di sini (pendopo, red),” ungkapnya.
Asda I Kabupaten Serang, Agus Erwana mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengkroscek kebenaran keluhan warga Desa Gunungsari. “Kami akan melihat kebenarannya, ini sudah kewajiban pemkab untuk mengkroscek. Kalau memang betul tentu akan kami tindak,” tuturnya.
Setelah mendengar jawaban dari pihak Pemkab Serang, massa pun membubarkan diri dengan tertib.(ava/dwa)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga Gunung Sari Mulai Keluhkan Peternakan Ayam"

Posting Komentar