Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Tubuh Langsing Airin Dipuji Menteri Kesehatan

SERPONG – Rampingnya tubuh Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany menarik perhatian Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Farid Moeloek. Di mata Menkes, berat badan Airin tidak overweight dan sangat ideal.
Nila Farid Moeloek melontarkan pujian ke Airin saat menghadiri Hari Kesehatan Sedunia (HKS) 2016 di Pasar Modern BSD, kemarin. Nila awalnya bertanya kepada hadirin yang ikut rombongan kunjungan itu. “Coba siapa yang ukuran pinggangnya lebih dari 80 centimeter?” tanya Menkes Nila.
Menurut Menkes, banyak sekali hadirin di acara itu yang nampak gendut atau overweight, termasuk Gubernur Banten Rano Karno. “Liat tuh Pak Gubernur nahan perutnya, biar gak ketahuan gendut,” canda Nila.
Berbeda halnya dengan Airin, sambung Menkes, kegiatan yang padat tidak mempengaruhi ibu dua anak itu untuk memperhatikan kesehatan dengan menjaga tubuhnya tetap ideal. “Kalau Ibu Airin kita yakin yah, ukuran pinggangnya ideal, kurang dari 80 cm. Kalau bisa kita semua meniru Ibu Airin, Jaga berat badan terus,” ujarnya di depan khalayak ramai sambil mengatakan, jadi Putri Indonesia seperti beliau, kalau mau tubuhnya bagus.
Menkes pun mengatakan langsing seperti Airin itu bagus namun, fenomena saat ini banyak wanita yang kurusnya seperti papan, dan itu yang tidak boleh. “Menjaga kesehatan sangat penting, kurus pun bagus namun jangan terlalu kurus,”pungkasnya
Pujian ke Airin itu dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga pola hidup sehat dan teratur. Pada perayaan HKN kali ini, deteksi dini diabetes terintergrasi dengan Posbindu menjadi tema utama.
Kasus diabetes, terjadi peningkatan penderita di Indonesia. Berdasarkan data dari Riskesdas menunjukan peningkatan prevalansi diabetes di Indonesia dari 5,7 persen di 2007 menjadi 6,9 persen atau sekitar 9,1 juta penderita dari populasi Indonesia pada 2013.
Sementara menurut data internasional Diabetes Federation (IDF) di 2015, mengestimasikan penyandang diabetes di Indonesia sebesar 10 juta penderita.
“Jika tidak dicegah, maka angka penyandang diabetes diperkirakan akan meningkat menjadi 16,2 juta pada tahun 2040. Diabetes merupakan penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia,” kata Menkes.
Maka kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga pola hidup sehat dan mendeteksi dini penyakit menjadi sangat penting. “Saat ini Kita permudah lagi masyarakat, dari komunitas antara Puskesmas ke rumah Anda ada Posbindu PTM (pos pembinaan terpadu penyakit tidak menular), dengan itu kita harapkan lebih banyak lagi masyarakat yang mau ngechek gula darahnya,” ungkapnya.
Diakui dirinya, penderita diabetes saat ini sudah bergeser dari sisi usia, yang umumnya usia 40 tahun ke atas. “Diabetes ini mengikuti masyarakat di perkotaan juga perdesaan, dari dulu usia 40 tahun ke atas, saat ini ada usia anak-anak, tentu ini menjadi keprihatinan kita semua,” papar Nila.
Dengan begitu dirinya berharap, perubahan pola masyarakat menuju hidup sehat dengan rutin berolahraga dan cek gula darah secara rutin. “Mari kita ajak keluarga kita untuk tidak malas bergerak, minimal rutin berolahraga dan mencek kadar gula darah kita,” ungkapnya.(irm)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tubuh Langsing Airin Dipuji Menteri Kesehatan"

Posting Komentar