Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Bisa Dijadikan Profesi Masa Depan Siswa, Keterampilan Bercerita Harus Masuk Ekstrakurikuler

TELUKNAGA – Siswa-siswi di Kabupaten Tangerang harus dibekali keterampilan bercerita atau mendongeng. Sebab keterampilan itu bisa dijadikan profesi untuk masa depan mereka.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Seksie (Kasie) Penyuluhan dan Promosi pada Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kabupaten Tangerang, Joko Irwanto, di sela-sela acara Lomba Bercerita tingkat SD sederajat, di Perpustakaan Kecamatan Teluknaga, Selasa (12/4).
“Berdasarkan pengamatan kami selama menggelar lomba bercerita, keterampilan bercerita di kalangan siswa-siswi di Kabupaten Tangerang masih sangat minim,” ungkap Joko dengan nada prihatin.
Padahal menurut Joko, jika siswa memiliki keterampilan dan kemampuan bercerita bias dijadikan profesi juga. “Sudah banyak contoh keterampilan itu bias dijadikan profesi,” ungkapnya.
Untuk menciptakan siswa yang pandai bercerita diungkapkan Joko, Perpusda selalu menggelar lomba bercerita setiap tahun. Namun sayangnya kemampuan siswa masih sangat minim, sehingga dalam lomba yang sama di tingkat provinsi kalah dari Lebak dan Cilegon.
Joko sangat berharap Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangeran juga turut mendorong siswa agar memiliki keinginan yang kuat untuk mempelajari sekaligus mengasah keterampilan bercerita.
“Keterampilan bercerita itu sebetulnya bisa diupayakan masuk ekstrakurikuler. Kalau itu dilakukan saya yakin suatu saat nanti akan muncul bibit-bibit pencerita dan pendongeng yang bagus,” katanya.
Tentu saja jika Perpusda menggelar lomba bercerita kembali pesertanya akan semakin banyak. “Yang saya lihat dalam lomba bercerita ini, banyak peserta yang ikut secara dadakan, tidak melalui proses latihan yang panjang,” ungkapnya.
Widi Hatmoko, salah satu Dewan Juri Lomba Bercerita tingkat SD sederajat, sangat mendukung keinginan dan pendapat Joko Irwanto . “Itu sebetulnya bias dikomunikasikan ke Kepala Dindik Pak Teteng Jumara,” katanya.
Menurut Widi, Teteng Jumara adalah seorang penyair dan penulis. Karena itu, Widi sangat yakin Kepala Dindik itu sangat mengerti dengan cerita dan dongeng. Widi berharap Teteng Jumara bisa mengeluarkan kebijakan ekstrakurikuler di kalangan sekolah, mulai SD, SMP, hingga SMA sederajat.
Sementara itu, dari Lomba Becerita tingkat SD sederajat untuk wilayah Kecamatan Teluknaga dan sekitaranya, menghasilkan Juara I Egalita (SDIT Ataqwa Teluknaga), Juara II Yasmin Destiyana (SDIT Ataqwa Teluknaga), dan Juara III Rida (SDN Kampung Melayu).
PPTK Lomba Bercerita, Bintikun Hafifah, menambahkan para juara itu secara otomatis memiliki tiket ke final yang akan digelar di Kantor Perpusda di Tigaraksa pada bulan Mei mendatang.
Usai lomba, Ketua Dewan Juri Odi Holidi, memberikan masukan kepada para juara, diantaranya ketika sedang bercerita jangan terlalu terburu-buru dan harus memperhatikan intonasi dan ekspresi.
“Itu penting diperhatikan para juara dan guru pembimbing agar mereka bias tampil lebih bagus dalam final di Kantor Perpusda Mei nanti,” ujarnya.
Mimi Ch, yang juga Dewan Juri, berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang mendirikan perpustakaan di semua kecamatan. “Perpustakaan itu sangat penting untuk membangun peradaban manusia agar lebih maju dan berkualitas,” paparnya. (bud)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Bisa Dijadikan Profesi Masa Depan Siswa, Keterampilan Bercerita Harus Masuk Ekstrakurikuler"

Posting Komentar