Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Tarif Angkutan Umum Turun 13%

TARIF seluruh angkutan umum di DKI Jakarta mulai hari ini turun hingga 13% dari tarif yang berlaku sebelumnya.
Penurunan tarif tersebut dilakukan terkait dengan turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dalam tahun ini telah berlangsung dua kali.
Penurunan tarif akan diumumkan oleh Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, hari ini. Menurut Ketua Organda DKI Safruhan Sinungan, keputusan diambil setelah seluruh anggota yang terdiri dari pengusaha angkutan umum menggelar rapat.
Menurutnya, tarif angkutan umum turun hingga 13% jika dibandingkan dengan tarif sebelumnya. Dengan demikian, tarif angkutan kota (angkot) yang semula Rp3.500 menjadi Rp3.000, bus sedang seperti metromini dan Kopaja turun dari Rp3.800 menjadi Rp3.500.
"Tarif taksi flag fall (tarif buka pintu) turun dari Rp7.500 menjadi Rp6.500. Tarif per kilometer (km) menjadi Rp3.500 dari semula Rp4.000, sedangkan waiting time dari Rp48.000 jadi Rp42.000. Jadi turunnya 13%," jelasnya, saat dihubungi.
Keputusan tersebut, ujar Safruhan, segera disampaikan kepada Gubernur dan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Dengan demikian diperkirakan mulai efektif pada Senin (4/4) mendatang.
Mulai kemarin (1/4) harga BBM jenis premium yang semula Rp6.950 per liter turun menjadi Rp6.450. Harga solar juga turun dari Rp5.650 menjadi Rp5.150 per liter. Sebelumnya, pada 5 Januari lalu harga premium juga turun 8% dari Rp7.300 menjadi Rp7.150 dan solar dari Rp6.700 menjadi Rp5.950 atau 18%.
Saat penurunan harga premium dan solar pada 5 Januari lalu, Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat edaran agar angkutan umum menurunan tarif. Namun, ketika itu hanya bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang menurunkan tarif yakni sebesar 5%.
Tunggu instruksi
Berdasarkan pantauan di lapangan, awak angkutan umum memang tetap memungut tarif seperti ketika harga BBM belum diturunkan. Bus jurusan Senen-Kelapa Gading, Jakarta Utara, misalnya, tetap mengutip Rp4.000 per penumpang. Alas­an kondektur, belum mendapat instruksi dari pemilik bus.
Di sisi lain, peumpang juga masih membayar ongkos seperti semula. Penumpang umum angkutan kota nomor trayek M24 jurusan Grogol- Srengseng, Jakarta Barat, tetap membayar Rp4.000 untuk jarak dekat, dan untuk pelajar Rp2.000 per orang.
Sopir mikrolet M01 jurusan Kampung Melayu-Senen, Imam, 43, yang tetap memberlakukan tarif lama, mengatakan jika tarif penumpang diturunkan, setoran sopir kepada pemilik kendaraan juga harus turun. (Wan/Mal/Sri/Nic/J-2)
- See more at: http://mediaindonesia.com/news/read/37865/tarif-angkutan-umum-turun-13/2016-04-02#sthash.cDPUpGwa.dpuf

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tarif Angkutan Umum Turun 13% "

Posting Komentar