Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

SMAN 7 Kresek Diduga Lakukan Pungli


SMAN 7 Kresek Diduga Lakukan Pungli
KRESEK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang sebetulnya sudah mengingatkan pihak sekolah agar tidak melakukan berbagai pungutan apa pun kepada para orang tua siswa.
Namun faktanya tidak demikian, karena ada saja pihak-pihak sekolah yang diduga melakukan pungutan. Hal tersebut terjadi di lingkungan SMAN 7 Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang.
Salah seorang wali murid siswa kelas 10 yang mengaku bernama Ahyani mengeluhkan adanya pungutan liar di sekolah tersebut.
Menurut dia, anaknya yang sekolah di SMAN 7 itu diminta Rp 30 ribu. Dalih pihak sekolah, uang tersebut rencananya akan dipergunakan pihak sekolah untuk kepentingan perpisahan siswa Kelas 3.
“Saya heran kenapa sekolah memungut setiap siswanya dengan nilai yang sudah ditentukan, dengan dalih untuk perpisahan siswa Kelas 3. Pungutan itu juga tanpa ada musyawarah sebelumnya. Padahal anak saya baru menginjak kelas 1,” ujar Ahyani.
Ahyani menambahkan dirinya berharap kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang agar segera menegur pihak SMAN 7. “Sekolah tersebut jangan dibiarkan melakukan pungutan liar,” paparnya.
“Kami berharap oknum guru yang melakukan pungutan liar itu ditegur, atau bila perludi nonaktifkan , karena sudah melakukan pungutan liar tanpa ada musyawarah dengan wali murid,” tandasnya.
Salah satu Dewan Gewan Ajo Sudibjo membantah pungutan tersebut dinilai sebagai pungutan liar. Namun pungutan itu sebagai sumbangan sukarela untuk acara perpisahan dan pelepasan siswa Kelas 3.
“Kalau ada siswa yang merasa keberatan, pihak sekolah tidak memaksanya. Itu sumbangan sebagai bentuk solidaritas untuk siswa Kelas 3. Namun pihak sekolah tidak memaksa siswa yang tak mau membayar,” ujarnya.
Sementara Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang menegskan melarang setiap bentuk pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah tanpa ada musyawarah sebelumnya dengan wali murid. Dinas Pendidikan tidak pernah melegalkan segala bentuk pungutan diluar ketentuan.
Demikain pendapat Sekdis Pendidikan Kabupaten Abdul Gani. Menurut dia, Dinas Pendidikan sudah sering kali mengingatkan kepada sekolah untuk tidak melakukan pungli. Namun jika ada musyawarah dengan wali murid terkait besaran pungutan yang dilakukan sekolah itu sah-sah saja, itu tidak sebetulnya menjadi masalah.
“Sekecil apa pun pungutan itu dilakukan tanpa ada musyawarah itu namanya Pungli. Kalau SMAN 7 Kresek melakukan pungli, secepatnya saya akan menanyakan kepada kepala sekolah,” ujarnya.
Meski demikian, tambah Abdul Gani, Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, antara pemerintah, masyarakat, dan guru. Seperti yang terjadi saat penerimaan siswa baru, sekolah dengan kapasitas siswa yang melebihi dari kebutuhan (over load), memaksakan sekolah untuk melakukan kegiatan pungutan untuk menambah atau membangun gedung baru.
“Saya tidak melegalkan pungutan, jika itu jelas alokasi untuk menambah pembangunan gedung karena kebutuhan siswanya, maka tidak bisa dikatakan pungli karena sudah ada persetejuan dari orang tua siswa,” tambahnya. (bud)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "SMAN 7 Kresek Diduga Lakukan Pungli"

Posting Komentar