Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Senyum, Sapa, Salam Terpidana Mati

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sabtu (16/4) pagi menjadi hari yang baru bagi Fredy Budiman dan Abu Bakar Ba'asyir. Fredy Budiman terpidana mati kasus narkoba dan Abu Bakar Ba'asyir terpidana mati kasus teroris tukar posisi. Hal ini sesuai dengan Surat Perintah Kemenkumham tertanda Jumat (15/4).

Baasyir tak kaget terkait kepindahannya dari lapas Pasir Putih Nusa Kambangan ke Lapas Gunung Sindur. Isu ini sudah santer terdengar sejak pekan lalu. Baasyir yang semakin menua dan kesehatannya yang menurun menjadi salah satu pertimbangan Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, untuk menempatkan Baasyir di lapas yang lebih baik.

Namun, ternyata hal ini baru bagi Fredy Budiman. Ia baru mendapatkan kabar akan dipindahkan ke lapas Pasir Putih pada Sabtu pagi. Ia pun tak banyak bertanya kepada para petugas lapas dan hanya mengikuti apa yang diperintahkan oleh para petugas.

Kalapas Pasir Putih, Hendra Eka Putra mengatakan, perpindahan antara Ba'asyir dengan Fredy menjadi perintah langsung dari pusat. Ba'asyir sendiri sudah beberapa kali bertemu dengan Hendra sebelum kepindahannya dan tak ada komentar dari Ba'asyir soal pemindahannya.

"ABB pindah tanpa komentar, tapi dia senyum-senyum saja. Dia sempat mengucapkan terimakasih atas segala pertemanan di Lapas Pasir Putih," kata Hendra saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (17/4).
Ba'asyir dibawa dari Nusakambangan Cilacap ke Sukabumi Jawa Barat menggunakan pesawat khusus. Ia dikawal ketat dengan anggota Brimob dan Petugas dari Dirjen PAS. Ba'asyir mengenakan gamis berwarna putih tulang dan peci putih saat meninggalkan Lapas Pasir Putih.
Ia tak membawa apa-apa, hanya ada satu tas berwarna coklat yang dibawakan oleh petugas. Sedangkan Ba'asyir sendiri membawa kantung kresek berwarna biru muda yang berisi bekal makanan dan air mineral. Ia berjalan menggunakan tongkatnya dan berjalan pelan.

Hendra mengatakan, saat ini kondisi Baasyir memang masih sehat, meski penyakit tua dari Baasyir tak bisa dielakkan seperti tubuhnya yang melemas dan lebih lamban bergerak. Rambut dan jenggotnya yang berwarna putih tampak tumbuh tak beraturan.

"Pemindahan Ba'asyir ke Lapas Gunung Sindur juga atas aspek kemanusiaan. Beliau sudah tua. Kalau di sana sarana kesehatannya jauh lebih mudah dan lengkap. Tak seperti di sini. Mungkin Ba'asyir lebih bisa mendapatkan perawatan kesehatan yang memadai di sana," ujar Hendra.

Sementara, Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian mengatakan, salah satu alasan pemindahan Ba'asyir ke Lapas Gunung Sindur juga untuk memutus mata rantai komunikasi antar teroris. Tito mengatakan, salah satu cara terbaik untuk memutus rantai terorisme adalah menempatkan para terpidana teroris tersebut di tempat berbeda sehingga tidak bisa berkomunikasi.

"Pemindahan ini biar bisa memutus mata rantai terorisme juga. Mereka semakin di sebar semakin tidak bisa berkomunikasi," ujar Tito, Sabtu (16/4).
Meski begitu, Hendra mengaku selama ini antara Ba'asyir, Rozi, Aman Abdurahman serta Iwan memang tak lagi bisa berkomunikasi. Pembatasan yang diberlakukan kepada mereka dan 24 terpidana teroris lainnya berjalan dengan baik di Lapas Pasir Putih.
Kelimanya di masukkan ke ruang isolasi berpintu dua dan penjagaan ketat. Kelimanya tak boleh keluar lapas jika memang tidak ada kunjungan dari pihak keluarga.

Lapas 3x4 meter tersebut lah yang kini dipakai oleh Fredy Budiman. Setelah Ba'asyir meniggalkan Lapas Pasir Putih, Fredy Budiman tiba. Sebelumnya, Fredy mendekam di Lapas Gunung Sindur. Fredy saat ini menempati sel yang sebelumnya ditempati oleh Baasyir.

Fredy diberangkatkan oleh tim di Gunung Sindur pada pukul 07.00 pagi. Kedatangan Fredy langsung disambut oleh petugas Lapas Pasir Putih. Sesampainya, Fredy tak banyak bicara, hanya bisa senyum, menyapa, dan menyalami tangan Hendra. (Iya mengucapAssalamu'alaykum).

Jika Ba'asyir terlihat tua, Fredy malah sebaliknya. Gembong Narkoba kelas kakap yang sebelumnya terkenal sangat keras dan penuh dengan tato di tubuhnya kini terlihat segar dan agamis. Fredy mendatangi Lapas Pasir Putih dengan kaos berwarna Biru tua. Ia mengenakan peci berwarna hitam. Wajah Fredy tampak lebih bersih dari sebelumnya,  juga soal jidatnya yang menghitam.
"Memang lebih agamis, tapi ia tak banyak bicara. Ia membawa beberapa buku ajaran agama Islam, juga buku buku tentantg taubat. Ada Alquran juga yang ia bawa," ujar Hendra.
Hendra juga sempat memberikan Fredy satu stel baju koko, peci, sarung dan beberapa perlengkapan makan dan mandi. Fredy tampak menerima semua perlengkapan tersebut dengan senyum.

Sesampainya di Lapas Pasir Putih, Fredy langsung mengenakan baju koko berwarna krem serta peci berwarna putih. Ia juga sempat menjalani tes urine untuk memastikan kondisi tubuhnya. 

"Kita geledah barang barangnya, kita tes urine. Hasilnya negatif," ujar Hendra.

Hendra pun sempat berpesan kepada Fredy untuk tidak macam-macam di Lapas Pasir Putih. Hendra mengatakan, jika Fredy masih mencoba berusaha main-main, maka akan ada sanksi masa isolasi. Namun, jika ia koopertif, maka Fredy bisa bekerja sama dengan Lapas untuk hal yang bermanfaat.

"Kita tidak pernah main-main soal narkoba, teroris dan semuanya. Saya perlakukan sama semuanya di Lapas ini. Kalau main main akan tetap ada sanksi," ujar Hendra.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Senyum, Sapa, Salam Terpidana Mati"

Posting Komentar