Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Sehari 250 Orang Serbu Kantor BPJS Kesehatan

SERPONG – Kenaikan tarif Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sudah diberlakukan sejak 1 April 2016. Meskipun naik, kantor BPJS Tangerang Selatan (Tangsel) tetap diserbu warga.
Kepala Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kota Tangsel Risman mengatakan, dalam sehari tercatat sekitar 250 an orang mendaftar.”Masyarakat semakin sadar akan pentingnya BPJS kesehatan. Meskipun terjadi kenaikan tarif tidak berpengaruh,” katanya.
Selain peserta mandiri, kata Risman sejumlah perusahaan di Tangsel juga menjadi anggota BPJS. Dari 2500 perusahaan yang sudah bergabung menjadi anggota BPJS Kesehatan hanya dua ribu perusahaan.
Sedangkan sekitar 500 an perusahaan belum tercatat menjadi peserta BPJS Kesehatan.Untuk itu, Risman menghimbau kesadaran dari perusahaan untuk segera menjadi anggota BPJS Kesehatan.
“Himbauan sudah dilakukan. Kebanyakan perusahaan di Tangsel punya kantor pusat di Jakarta yang mengurusi keanggotaan BPJS Kesehatan. Karena di Tangsel hanya pergudangan atau kantor cabangnya saja. Sedangkan untuk usaha hanya skala kecil dan menengah. Ada yang baru daftar tetapi belum diserahkan untuk dikonfirmasi pendataanya,” ungkapnya.
Bagi yang belum menjadi anggota kata dia, sudah diberikan surat himbauan untuk ditindaklanjuti.Risman menjelaskan, untuk perubahan tarif tersebut berdasarkan Peraturan Presiden No 19 tahun 2016 mewajibkan peserta BPJS Kesehatan kelas 1 dan 2. Untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau mandiri masing-masing kelas 1 dan 2 menyetor iuran sebesar Rp 80 ribu naik dari Rp 59.500 dan Rp 51.000 naik dari Rp 42.500 per orang setiap bulan. Sedangkan untuk kelas 3 senilai Rp 30.000.
Sementara untuk jumlah rumah sakit yang menjadi rujukan BPJS Kesehatan di Tangsel saat ini mencapai 9 unit. Jumlah tersebut sudah termasuk rumah sakit swasta dan RSUD Kota Tangsel.
Dia tidak menampik masih banyak keluhan yang dialami peserta BPJS Kesehatan. Namun, pihaknya sudah menindaklanjutinya ke rumah sakit.
“Semua rumah sakit melayani BPJS Kesehatan.Misalnya ada kejadian sifatnya darurat, pengguna BPJS Kesehatan bisa langsung dilayani rumah sakit swasta,” ungkapnya.
Sementara itu mengenai tunggakan pembayaran yang masih terjadi kata Risman disebabkan beberapa kendala.
Masih ada peserta mandiri yang telat membayar premi. Alasnya antri, tempatnya jauh dan masih banyak lagi.
“Sosialisasi sudah dilakukan hingga di tingkat Puskemas. Targetnya 1 Januari 2019 semua warga Indonesia wajib menjadi peserta BPJS Kesehatan,” katanya.
Untuk data terakhir per November 2015 jumlah tunggakan peserta mencapai Rp 33.842.372.287 dari 155.898 peserta. Sedangkan untuk data terbaru di tahun 2016 kata Risman masih dalam pendataan.
“Untuk data terbaru wilayah Tangsel belum ada. Pastinya sudah menurun. Karena pembayarannya sudah lebih mudah melalui bank, jaringan indomaret, alfamart yang mudah dijangkau warga,” pungkasnya. (irm)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sehari 250 Orang Serbu Kantor BPJS Kesehatan"

Posting Komentar