Palu - Pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala Poso mulai bergeser ke sejumlah titik pengejaran baru di wilayah hutan pegunungan Poso, menyusul dugaan, Santoso dan anak buahnya lolos dari kepungan aparat.
Sebelumnya dilaporkan kelompok teroris itu sudah terkepung di wilayah Napu, Kecamatan Lore Piore dan Lore Tengah, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kapolda Sulteng Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengaku, telah mengubah beberapa titik pencarian berdasarkan pergerakan kelompok itu. "Kami sudah lakukan pergeseran-pergeseran untuk menutup pergerakan Santoso," kata Rudy, tanpa menyebut lokasi bergesernya pasukan yang dipimpinnya itu, Selasa (12/4).
Ditanya terkait dugaan bahwa kelompok Santoso berhasil melarikan diri dari kepungan aparat, mantan Direktur Pembinaan Kemampuan BNPT itu tidak mau memastikan. Menurut dia, tidak ada yang bisa melihat kelompok tersebut lari dari kepungan aparat.
"Tapi kami tetap lakukan deteksi di lapangan sehingga ada pergeseran-pergeseran pasukan," paparnya.
Kapolda juga menjelaskan, teknis operasi di lapangan tidak sepenuhnya dibuka ke media. Hal ini dilakukan untuk menghindari informasi kepada simpatisan yang ada di bawah mengetahui posisi Santoso.
Diketahui, sejak awal Maret 2016, konsentrasi pasukan lebih banyak ditempatkan di wilayah Napu, yakni di hutan pegunungan Desa Torire, Kecamatan Lore Tengah dan Lore Piore. Di lokasi ini sempat terjadi kontak tembak antara aparat dan sejumlah besar anggota kelompok Santoso.
Meski dikabarkan, Santoso dan anak buahnya mulai kelaparan dan kehabisan logistik karena semakin terdesak oleh kepungan aparat. Namun upaya untuk melumpuhkan kelompok itu belum membuahkan hasil lantaran terkendala medan yang cukup berat. 
Suara Pembaruan
John Lory/JAS
Suara Pembaruan