Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Pria Homo Diusir Warga Bintaro

BINTARO – Seorang bujangan, R (40) terpaksa harus angkat kaki dari kediamannya yang telah ditempati selama dua tahun di Neo Permata, Bintaro, Kecamatan Pondok Aren. Karyawan swasta itu diusir warga, karena diduga pedofilia.
Dalam tempo satu bulan ke depan terhitung sejak 5 April, R harus meninggalkan rumahnya. Kalau tidak, dia akan dilaporkan ke polisi. Hal itu sudah sesuai dengan kesepakatan warga Neo Permata. R dinilai telah meresahkan warga karena melakukan pelecehan terhadap anak laki-laki di bawah umur.
Salah satu warga Blok D Neo Permata yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan R diduga telah melakukan pelecehan seksual kepada salah satu pelajar SMP.
“Orangtua korban melapor kepada tokoh masyarakat di sini, jika anaknya mengalami pelecehan oleh R,” terangnya.
R melakukan perbuatan bejatnya itu di masjid yang tak jauh dari tempat tinggalnya. “Korbannya anak kecil mengaku diraba di masjid, lalu diiming ke rumahnya karena R baru pulang dari Singapura banyak cokelat yang dibawahnya, sampai di rumah R, korban langsung diajak ke kamar, dan distel film porno, namun yang lebih kaget, ternyata filmnya laki sesama laki, lalu korban kabur dan menceritakan hal ini ke orangtuanya,” tandas warga tersebut.
Setelah mendapatkan laporan tersebut, warga melakukan penyelidikan. Dalam kesehariannya, R kerap mengenakan pakaian gamis dan sering menjalankan salat setidaknya tiga kali sehari di masjid itu memang masih bujang. Dia juga pernah mengalami kasus serupa di Komplek Adora Bintaro.
Tidak hanya itu, R juga pernah melakukan hal yang sama kepada tukang ojek. “R pulang kerja naik ojek dari Stasiun Sudimara Jombang, sesampainya di rumah dia meminta tukang ojek mengurut badannya dengan menambahkan uang trasportnya, Lalu tukang ojek bersedia mengurut R, namun setelah diurut R membuka celananya dan meminta diurut kemaluannya, namun tukang ojek tidak mau dan langsung lari,”jelasnya.
Setelah itu tukang ojek melaporkan kejadian ini ke teman-temannya. Para tukang ojek sempat mengepung rumah R di Blok A2 perumahan elite tersebut. Dari berbagai peristiwa yang sudah terjadi, maka warga bersepakat dan mendatangi R di rumahnya, untuk dimintai konfirmasi.
Awalnya R tidak mengakui perbuatannya namun, setelah didesak dengan disertai saksi, R lalu mengaku apa yang sudah diperbuatnya. “Dia (R) mengakui semua perbuatannya, dia mengakui khilaf,” kata pria berpakaian coklat ini.
Setelah mengakui perbuatannya, R diminta menandatangani surat kesepakatan, dalam rentan waktu satu bulan dia harus mengosongkan rumahnya, jika tidak R akan dilaporkan ke pihak berwajib. “Sesuai kesepakatan, R bersedia meninggalkan rumahnya,”jelas tetangga korban ini.
R juga sempat berniat dibawa pengembang Neo Permata ke psikater tapi, dia menolaknya. “Sudah ada dua orang yang ingin menyembuhkan, namun setiap datang ke rumahnya R selalu menutup diri,” bebernya sambil mengatakan R tidak pernah bergaul dengan warga.
Saat ingin dimintai konfirmasi terkait pengusiran tersebut, rumah R kosong hanya ada seorang pembantu dan beberapa motor yang parkir di depan rumahnya. Rumah tersebut sudah terdapat plang bertuliskan ‘Dijual’.
Satpam Perumahan Neo Permata, Narsan membenarkan peristiwa tersebut. “Ya memang benar, berdasarkan kesepakatan warga dan ditandatangani di atas materai, kalau R harus mengosongkan rumahnya,” paparnya.(irm)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Pria Homo Diusir Warga Bintaro"

Posting Komentar