Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Pemkot Tangsel Bingung Rombak RTRW

SETU – Pemkot Tangsel belum bisa memastikan apakah rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dirombak secara parsial atau total. Perubahan itu disesuaikan dengan program Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kedepan.
Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menerangkan hal utama yang dilakukan pihaknya untuk mengubah RTRW itu saat ini sedang dilakukan pendataan secara komprehensif di seluruh kelurahan dan kecamatan. Apakah titik-titik yang dulunya sudah dikonsep melalui RTRW sudah berubah atau masih stagnan.
“Kita sedang menginventarisir kondisi lapangan secara lengkap. Semua mitra, mulai dari pengembang, pelaku usaha, dan perguruan tinggi akan kami rapatkan bersama,” kata Benyamin.
Pria akrab disapa Bang Ben ini menambahkan tanpa unsur pengembang, akademisi, dan perguruan tinggi akan sulit untuk menentukan RTRW ke depan. Perkembangan kota tidak terlepas dari berbagai aspek mulai dari ekonomi, jumlah penduduk, investor, dan pemerintah daerah yang berdampingan. Inilah pentingnya melakukan evaluasi lebih dahulu untuk menentukan RTRW 20 tahun ke depan.
“RTRW dibuat untuk melihat perkembangan 20 tahun ke depan. Maka perlu kehati-hatian dan rinci dalam merumuskannya,” paparnya.
Dilihat dari prosentasi, RTRW 5 tahun lalu memang sudah cukup baik. Hal ini dirasakan banyak perubahan drastis, mulai dari peningkatan jumlah investor, pembangunan pusat perniagaan dan tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Salah satu contoh, Lapangan Udara Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang memang sejak dulu sudah masuk RTRW kawasan lapangan terbang. Namun seiring berjalannya waktu dengan perkembangan ekonomi nasional, dirancang akan dikomersilkan oleh PT Garuda Indonesia, sehingga perlu disesuaikan.
Perubahan RTRW pastinya untuk melonggarkan kebijakan pemerintah dalam pembangunan kepemimpinan lima tahun ke depan. Jangan sampai obsesi pembangunan tinggi, namun terbentur dengan RTRW sehingga tidak bisa melangkah lebih jauh.
“Tentu harus beriringan dengan progran lima tahun. Namun kami belum bisa menyebut apakah perubahan di bawah 20 persen atau di atas 20 persen untuk memastikan ada perombakan total dan bagian-bagian saja,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangsel, Teddy Meiyadi menyebut jika perubahannya melebihi 20 persen, aturannya RTRW harus dirombak secara keseluruhan. Namun apabila di bawah 20 persen, perombakannya parsial atau tidak menyeluruh.
“Kami yakin tidak sampai menyeluruh hanya beberapa bagian saja. Karena jika menyeluruh prosesnya memakan waktu sangat lama sekaligus pencapaian selama lima tahun ini RTRW-nya sudah mencapai 20 persen dan ini sangat baik,” tukasnya. (din)
Sumber : Tangsel Pos

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemkot Tangsel Bingung Rombak RTRW"

Posting Komentar