Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Pasien BPJS Ngeluh Biaya Ambulan

PANDEGLANG – Pasien BPJS di Kecamatan Sindangresmi Kabupaten Pandeglang sering mengeluhkan biaya ambulan. Karena hal tersebut, keluarga pasien juga kerap adu mulut dengan petugas puskesmas yang beralasan bahwa ia tidak mendapat transportasi.
Ajat Anrian (25), anak seorang pasien BPJS yang dirujuk ke RSU Berkah Pandeglang mengatakan, seharusnya pasien BPJS tidak dipatok biaya ambulan jika statusnya dirujuk oleh puskesmas, kecuali kata dia, pasien tidak berkenan dirujuk atau pulang menggunakan ambulan, baru bisa dipinta biaya.
“Padahal kami mengerti, pasti menyiapkan alakadarnya untuk supir dan yang mengantar pasien. Tapi kalau sudah mematok harga, ini apa maksudnya? Setahu saya pasien BPJS tidak harus dipinta biaya ambulan jika dirujuk,” kata Ajat, Rabu (27/4).
Biaya yang dikeluarkan untuk ambulan bagi pasien rujukan dipatok Rp 150 ribu, padahal kata Ajat, seharusnya biaya transportasi untuk supir dan dokter yang mengantar dibiayai oleh pihak puskesmas, sedangkan pasien umum Rp 300 ribu sekali antar.
Ajat menceritakan, sebelumnya baru-baru ini terjadi adu mulut antara pasien dengan petugas puskesmas, mulanya warga yang diantar pulang oleh ambulan puskesmas diminta seorang utusan dari pihak puskesmas bayaran sebesar Rp 300 ribu kepada seorang pasien yang diantar pihak puskesmas usai dirawat di RSU Berkah Pandeglang. Tapi yang terjadi bukan diberi uang, justru terjadi adu mulut antara petugas dengan keluarga pasien.

“Selain sering menjadi penyebab adu mulut, kondisi sarana ambulan Puskesmas Sindangresmi memprihatinkan, tidak ada supir tetap yang dapat dipercaya bahkan supir ugal-ugalan dipakai oleh puskesmas, supirnya siapa aja yang mau, bahkan sering tidak ada supir saat pasien minta diantar ke rumah sakit. Sirinenya juga mati, tidak seperti ambulan,” katanya.
Ajat pernah mempertanyakan kejelasan ambulan kepada pihak puskesmas, dia ingin mengetahui bagaimana mekanisme yang ditetapkan oleh puskesmas, karena masyarakat banyak yang mengeluh.
Dia mengaku ironis karena pernah seorang pasien sakit parah terpaksa diantar menggunakan mobil pikap, setelah konsultasi dengan puskesmas yang mengatakan ambulan disimpan di rumah seorang petugas puskesmas.
“Waktu bawa teh Anisah (pasien, red) sebulan yang lalu terpaksa pakai pikap, gak tega lihatnya orang sakit mau ke rumah sakit pakai mobil butut kayak gitu. Alasan puskesmas tidak ada supir dan mobilnya di rumah salah seorang petugas, pokoknya ampun deh sama puskesmas Sindangresmi,” kata dia.
Terpisah, Kepala UPT Puskesmas Sindangresmi, Encep mengatakan, belum bisa menjelaskan masalah tersebut karena sedang ada acara diluar dinas.
“Saya lagi diklat LPM, nanti aja saya lagi ada materi diklat di kelas. Nanti hari Jumat saya ada di Puskesmas, mangga ke puskesmas aja,” kata dia melalui SMS.(bnn)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pasien BPJS Ngeluh Biaya Ambulan"

Posting Komentar