Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Kemudahan Berusaha Disambut Antusias

SEJUMLAH kalangan menyambut antusias keputusan pemerintah memangkas perizinan dan birokrasi untuk memudahkan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) memulai usaha mereka.
Demikian pernyataan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi B Sukamdani, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani, dan Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati dalam kesempatan berbeda, kemarin.
"Kami setuju dengan keberpihakan pemerintah terhadap UKM. Itu positif karena sangat membantu munculnya pengusaha-pengusaha baru. Mereka ini memang perlu diberi kemudahan," kata Hariyadi.
Melalui Paket Kebijakan Deregulasi XII yang diluncurkan di Istana Negara, Jakarta, kemarin, pemerintah melakukan perbaikan bahkan upaya ekstra baik peraturan, prosedur perizinan, maupun biaya agar peringkat kemudahan berusaha (ease of doing business) di Indonesia semakin me-ningkat.
Akan tetapi, Hariyadi berharap pemerintah tidak sekadar memberikan kemudahan bagi UKM untuk mengawali usaha.
Mereka juga mesti dibukakan akses ke pasar.
"UKM tidak mungkin bersaing dengan pengusaha mapan yang jenis usahanya sama. Solusinya clustering khusus UKM. Misalnya, pelaku UKM dibukakan peluang usaha suku cadang otomotif. Pembatasan wa-ralaba asing pun patut dicoba."
Enny Sri Hartati menambahkan, paket yang membantu para pelaku UKM tersebut mesti ditunjang pula dengan rapinya koordinasi di antara kementerian/lembaga.
"Pemerintah harus membuktikan punya kemampuan melakukan eksekusi."
Rosan P Roeslani, dalam peluncuran buku Laporan Perekonomian Indonesia 2015 di Gedung Bank Indonesia, kemarin, mengakui pihaknya mendukung kebijakan pemerintah lewat serangkaian paket deregulasi.
"Kami support. Tinggal pemerintah menjamin kepastian berusaha. Jangan ada lagi perbedaan antarinstansi."
Peringkat ke-40
Presiden Joko Widodo mengemukakan, di akhir 2015 peringkat kemudahan berusaha Indonesia berada di urutan 109 dari 189 negara yang disurvei Bank Dunia.
Tahun sebelumnya Indonesia bertengger di peringkat 120.
Jokowi berharap peringkat kemudahan berusaha Indonesia melompat ke level 40.
"Ya, kalau menembus peringkat 60 atau 70, kita melewati Vietnam. Caranya, ya harus gila-gilaan, jungkir balik seperti ini. Pada indikator memulai usaha, sebelumnya pengusaha harus melalui 13 prosedur yang memakan waktu 47 hari dengan biaya Rp6,8 juta-Rp7,8 juta. Kini tinggal 7 prosedur selama 10 hari dengan biaya Rp2,7 juta. Izin yang diperlukan bagi UKM ialah surat izin usaha perdagangan dan tanda daftar perusahaan yang terbit bersama akta pendirian," ujar Jokowi.
Berkaitan dengan upaya memperbaiki peringkat kemudahan berusaha, Jokowi berharap 10 indikator dalam Paket Kebijakan Deregulasi XII benar-benar membantu pengusaha terutama UKM untuk memulai bisnis.

"Kita tertinggal dari Singapura yang sudah di posisi 1, Malaysia di posisi 18, Thailand di posisi 49, Brunei di posisi 84, Vietnam di posisi 90, dan Filipina di posisi 103. Mau disurvei atau tidak, (paket) ini perlu karena kita harus berkompetisi dengan negara lain," tandas Presiden. (Nov/Pol/Jay/Ten/X-4)
- See more at: http://www.mediaindonesia.com/news/read/43066/kemudahan-berusaha-disambut-antusias/2016-04-29#sthash.fK9AhIF8.dpuf

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kemudahan Berusaha Disambut Antusias"

Posting Komentar