Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Isu Reshuffle dan Pesan Politik Kerja Jokowi

Jakarta - 
"Bukan politik wacana, tapi politik kerja," ucap Jokowi.

Pesan tegas itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka sidang kabinet paripurna, Kamis 7 April 2016. Di tengah isu reshuffle yang semakin memanas, pesan dari pria yang karib disapa Jokowi itu tentu tidak sembarangan.

Jokowi menegaskan bahwa tidak ingin para menterinya hanya melakukan perencanaan atau wacana tanpa ada hasil yang dituju. Jokowi ingin fokus pada apa yang ingin dicapai atau dikerjakan.

"Hilangkan nomenklatur anggaran yang bersayap, absurd, langsung to the point saja, berulang kali saya sampaikan. (Misalnya) pemberdayaan, peningkatan, hilangkan, dan masuk hal-hal yang ingin kita lakukan," ujar Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Gedung Setneg, Komplek Istana, tersebut.

"Fokus pada apa yang sudah direncanakan agar terlaksana di lapangan, bisa terwujud dan bermanfaat bagi rakyat. Nanti rakyat yang akan menentukan kita sudah kerja belum, mampu atau tidak kita," kata Jokowi.

Gerilya partai pendukung pemerintah pun semakin memanas jelang kocok ulang jajaran menteri Kabinet Kerja. Ambil contoh yaitu PDI Perjuangan dan PKB yang sempat disebut berebut kursi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

Namun kabar itu langsung dibantah oleh Wakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah. Dia mengaku akan segera menemui ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar untuk mencairkan suasana.

"Kami sama sekali tak ada persoalan dengan PKB. Oleh karena itu, saya bersama Pak Sekjen (Hasto Kristiyanto, red) minggu depan Cak Imin pulang dari luar negeri, kita bertemu. Agar tak ada kesalahpahaman. Gitu. Agar dari dinamika komunikasi politik lewat media," kata Basarah di sela pelatihan manajer kampanye kader PDIP di kantor DPP, Lentang Agung, Jakarta, Kamis (7/4/2016).

Di luar itu, PAN sebagai salah satu partai yang mendekat ke pemerintah disebut akan mendapatkan jatah kursi menteri. Meski begitu, PAN mengaku tak ingin tinggi hati dengan berembusnya isu tersebut.

"Siapa pun berpendapat, kita hormati. PAN tidak akan jumawa. Sampai saat ini sudah hampir satu tahun PAN bergabung, kita santai-santai saja," ungkap Ketua DPP Yandri Susanto di Kantor Fraksi PAN di Gedung DPR, Kompleks Senayan, Jakarta, Kamis (7/4/2016).

"PAN dari reshuffle pertama ganti 3 menko, PAN tidak pernah mendesak, tidak pernah meminta menteri dan tidak pernah ngoyo, tidak pernah sodorkan nama supaya menjadi menteri, tidak pernah minta menteri ini atau itu digeser," ujarnya. 
(dhn/dha)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Isu Reshuffle dan Pesan Politik Kerja Jokowi"

Posting Komentar