Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

IPM Banten di Posisi 8 Besar

SERANG – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Provinsi Banten dari tahun ke tahun semakin membaik. Jika sebelumnya berada di urutan ke-23, tahun 2015 lalu melesat menjadi urutan ke-8 dari 34 provinsi se-Indonesia.
Gubernur Banten Rano Karno mengatakan, naiknya IPM di Banten tak lepas dari adanya penggunaan ramuan baru. Meski begitu, ia juga mengakui bahwa IPM belum sesuai dengan target RPJMD. “Bedanya tipis sekali. Target 74,75, realisasinya 70,15,” ungkap Rano, dalam press releasnya mengenai Laporan Pertanggungjawaban Gubernur Banten Akhir Tahun Anggaran 2015 Pada Capaian Indikator Makro Pembangunan.
Dari delapan wilayah se-Banten, lanjut Rano, Kota Tangerang Selatan paling tinggi IPM-nya, disusul Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kota Serang, kemudian Kabupaten Tangerang, Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang dan paling buncit adalah Kabupaten Lebak.
“Pada 2014 lalu, IPM Kota Tangerang Selatan berada di angka 79,17 sementara Lebak jauh tertinggal dengan angka 61,64,” imbuhnya.
Dilanjutkan Rano, hal itu beriringan dengan laju pertumbuhan ekonomi di Banten yang sanggup tumbuh 5,37 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding rata-rata LPE Nasional yang hanya mencapai angka 4,79 persen.
“Kita juga lebih baik dibandingkan laju pertumbuhan ekonomi dunia yang hanya mencapai 3,1 persen. Seperti kita ketahui, ekonomi global sekarang ini sedang mengalami resesi. Tapi ekonomi Banten masih sanggup tumbuh meskipun memang masih belum sesuai target yang ditetapkan RPJMD yakni 6,7-6,8 persen,” tuturnya.
Menurut Rano, Banten memiliki potensi ekonomi tinggi jika dilihat dari masuknya investasi. Pada 2015 lalu investasi yang masuk mencapai Rp 45 triliun. “Kita memang belum mencapai target, hal itu bisa jadi karena belum beroperasinya investasi. Kita lihat saja dua tahun ini, saya optimis di 2017 kita akan dapat angka yang bagus dalam hal laju pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, terkait angka kemiskinan di Banten juga relatif baik. Kata Rano, 2015 lalu berada di urutan ke-5 berprosentase penduduk miskin terkecil se-Indonesia. “Kita berada di urutan ke-5 setelah Bali, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Selatan dan DKI Jakarta,” kata Rano.
Dalam kesempatan tersebut, Rano juga membahas mengani tingkat pengangguran terbuka banten dari tahun ke tahun yang semakin menunjukan penurunan. Diketahui, Banten pernah menduduki angka tertinggi tingkat pengangguran pada 2006 lalu sebesar 18,91 persen.
Dalam rentang waktu 10 tahun, tingkat pengangguran di Banten menurun menjadi 9,55 atau hanya selisih 0,31 persen di atas target RPJMD 2015 sebesar 9,24 persen.
“Masalah pengangguran tidak lepas dari resesi global yang dihadapi dunia, dimana mayoritas produk kita berorientasi ekspor. Kemudian, posisi kita menjadi penyangga ibu kota juga berpengaruh karena banyak warga yang migran sehingga mengakibatkan angka pengangguran bertambah,” tutup Rano.(*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "IPM Banten di Posisi 8 Besar"

Posting Komentar