Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Hati-hati Bila Ilmu Agama Tidak Membekas untuk Akherat

Seburuk-Buruk Kufur Ni’mat

Mungkin kami dahulu bukan santri terbaik, tapi rekan-rekan mohon kiranya ada waktu luang untuk menyimak pesan kami. Sejak lama sebenarnya ada rasa tidak enak di hati menyayangkan kita yang dahulunya hidup di pesantren tapi di kemudian hari tidak ada kelihatan bekasnya. Tidak malu. Beberapa hari sebelum ini, kami melihat adik kelas kami yang dahulu belajar ilmu agama, menghafal dan seterusnya, dengan bangga memamerkan tubuhnya karena memenangkan kontes sesuatu. Membuka auratnya. Telah sampai insya Allah nasehat.
Kami telah melihat, mendekati, berusaha mentarbiyah (walaupun kami pun butuh pula itu) anak-anak kampus umum. Mengerti semangat sebagian mereka. Jika mengaca ke beberapa ‘mantan’ santri, kami pun malu.
Memang tidak semua lulusan pondok harus jadi ustadz. Tidak harus. Tapi kemana perginya hafalan al-Qur’an itu? Kemana perginya hafalan hadits itu? Kemana perginya celana cingkrang, jenggotnya dan seterusnya? Apa tidak merasa bahwa ilmu adalah amanat untuk diri, dan untuk disampaikan ke orang lain?
Kajian yang mungkin tak seberapa bagus ini, untuk para ‘mantan’
santri. Tidak men-ta’yin santri pesantren mana, tapi semua pesantren lulusannya mesti ada yang berstatus sebagai ‘mantan’ santri. Tidak men-ta’yin fulan atau fulan, tapi siapa tahu kita sendiri.
Semoga ini menjadi nasehat saja, bukan cacian. Kajian ini insya Allah tidak ada cacian. Hanya nasehat. Mengeluarkan apa yang selama ini terpendam. Baarakallaahu fiikum.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hati-hati Bila Ilmu Agama Tidak Membekas untuk Akherat"

Posting Komentar