Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Darurat Terminal Khusus Angkot

CIPUTAT – Kebutuhan akan terminal khusus angkutan kota di Tangsel sangat mendesak. Faktor penyebab kemacetan di jalan raya, salah satunya karena maraknya para sopir ngetem. Pemkot berencana mengatasi kesemrawutan lalu lintas dengan membangun terminal.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, H Muhamad mengatakan wacana pembangunan terminal angkutan kota (angkot) itu sudah santer dibicarakan belakangan ini mengingat potensi kemacetan yang kian parah, sebab saat ini saja setiap hari libur, kemacetan amat parah terjadi di beberapa wilayah dari kota hasil pemekaran dengan Kabupaten Tangerang ini.
“Sudah dibahas untuk terminal angkot. Memang perlu untuk mengantisipasi adanya terminal bayangan yang ada di Tangsel,” katanya.
Menurut mantan camat Ciputat ini, sangat efektif jika dibangun terminal khusus untuk angkot supaya kendaraan tersebut hilir mudik dengan tidak memanfaatkan bahu jalan menjdi lokasi ngetem untuk mencari penumpang.
“Tentunya efektif jika nanti dibuat terminal khusus untuk angkot dan tidak dipergunakan untuk bus antar kota. Tidak terlalu besar yang penting biar mereka bisa singgah dan jalan lagi,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel ini.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangsel, Sukanta. Sebagai liding sektor yang bersinggungan dengan angkutan umum, pihaknya memang harus memikirkan terkait kebutuhan akan terminal angkot.
“Terminal ini harus terkoneksi dengan jaringan yang ada termasuk Terminal BSD, Pondok Cabe, dan lima stasiun kereta api di kota ini,” kata Sukanta.
Terminal angkot itu harus memudahkan masyarakat yang membutuhkannya. Untuk Terminal BSD terfokus pada bus antar kota yakni, ke Jakarta. Ini harus didukung dengan angkot dari statiun dan mal-mal di sekitar.
“Jadi tugasnya sudah ada masing-masing untuk mengantarkan penumpang. Kalau Terminal BSD khusus mobil besar, maka terminal yang dibuat angkutan-angkutan pada umumnya,” tambah ia.
Termasuk juga nanti di terminal Pondok Cabe, dibagi menjadi tiga, untuk angkutan dalam kota, Angkutan Antar Kota Dalam Porvinsi (AKDP) dan Angkutan Antarkota dan Antar Provinsi (AKAP). Semua angkutan di Tangsel pun harus terintegrasi supaya bisa terkoneksi dengan yang lain.
“Meski sudah ada Terminal Pondok Cabe namun harus dibuat juga terminal khusus skalanya terminal dalam kota,” papar pria berkacamata ini.
Untuk tempatnya sendiri belum ditentukan dimana. Karena masih dalam Feasibility Study (FS). Termasuk juga luas lahannya, membutukan berapa ribu meter, masih dalam pembahasan Pemkot. “Itu baru buat FS. Sesudah itu baru ketahuan dimana titiknya,” beber mantan camat Serpong Utara ini.
Sementara, Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Tangsel, Yusron Siregar menilai jika Tangsel membangun terminal angkot maka dipastikan tidak akan efektif. Pasalnya, sudah ada Terminal Pondok Cabe dan BSD. Dan dua terminal ini harus dimaksimalkan.
“Dengan diaktifkannya dua terminal yakni, Pondok Cabe dan BSD sudah bisa menghapus terminal bayangan asal diatur dengan benar,” kata Yusron.
Selain itu kata Yusron sudah ada Badan Transportasi Jabodetabek bentukan Kementerian Perhubungan yang tugasnya mengatur transportasi terintegrasi.
“Anggota Badan Transportasi ini ada tiga wilayah Organda DKI, Jawa Barat dan Banten. Untuk Tangsel sendiri akan diawasi oleh Dewan Pimpinan Cabang yang diafiliasikan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yakni kordinator wilayah II A yakni ketua Organda DKI Saprudin,” pungkasnya.
Marak Terminal Bayangan
Dari pantauan Tangsel Pos, kemarin, sejumlah angkot memang kerap ngetem di bahu jalan. Paling parah di Pasar Serpong. Para sopir angkot di antaranya jurusan Serpong-Kalideres sesukanya mengambil penumpang di bahu jalan.
Apalagi para awak angkutan itu hampir satu jam lebih ngetem di tepi jalan. Selain di Pasar Serpong, angkot juga kerap ngetem di Jalan Arya Putra seperti di dekat Stasiun Kereta Api Sudimara Jombang dan dekat Pasar Ciputat.
Di dekat Stasiun Rawa Buntu, sejumlah angkot juga terlihat berhenti sembarangan mencari penumpang. Begitu juga di depan Plaza Bintaro dan pertigaan Pondok Betung, deretan angkot mangkal berjajar mengganggu pengguna lalu lintas karena menimbulkan kemacetan.(din)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Darurat Terminal Khusus Angkot"

Posting Komentar