Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Buruh Krakatau Steel Tuntut Pesangon

CILEGON – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Buruh Krakatau Steel (FSBKS) melakukan aksi unjukrasa di depan Gedung Teknologi PT Krakatau Steel, Tbk dan Kantor Walikota Cilegon, Selasa (19/4).
Mereka menuntut kepada sembilan perusahaan alih daya atau vendor PT Krakatau Steel dapat memenuhi kewajiban atas hak upah tidak teratur 881 buruh yang belum dibayarkan, baik Upah Pesangon, Upah Penghargaan Masa Kerja (UPMK) dan lainya saat para buruh masih berstatus Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dari tahun 2013 hingga tahun 2015.
Ketua FSBKS, Sanudin mengatakan, pihaknya menuntut kepada sembilan vendor yang ada di PT KS agar dapat memenuhi tuntutan upah yang mereka minta. Karena selama ini, vendor KS dinilai menjalankan aturan ketenagakerjaan tidak sesuai dengan Undang-undang yang berlaku.
Sebagaimana sebelumnya diketahui, kata Sanudin, belum dibayarkannya kewajiban itu menyusul adanya peralihan status para buruh dari PKWT menjadi PKWTT dimana buruh menilai hal itu dijadikan tameng oleh vendor untuk menghilangkan masa kerja buruh saat peralihan.
“Kita tuntut itu uang pesangon, kemudian tentang perhitungan uang lembur dan perhitungan upah atas kerja shift. Kenapa kita tuntut pesangon, karena kami masuk kerja di nol kan tahun di 1 juli 2013 sampai dengan 31 juni 2015, ini masa dua tahun. Kemudian mereka mengatakan kepada kami bagi buruh yang masa kerja belum dua tahun tidak mendapat UPMK. Kalau mereka merujuk dasar itu Undang-undang, kami juga merujuk ke Undang-undang. Kalau kami kehilangan masa kerja selama dua tahun maka itu harus diganti dengan pasal 156. Mereka mau mengeluarkan SK, tetapi SK nya itu yang penuh tanda tanya,” tandasnya.
Sanudin menjelaskan, sampai saat ini vendor KS sengaja menahan untuk tidak membayar apa yang dituntut para buruh tanpa alasan yang jelas. Padahal uang tersebut telah dititipkan KS kepada sSembilan vendor untuk direalisasikan kepada buruh.
“Kalau melihat masa dua tahun, atas perhitungan sift dan lembur sebesar 8,9 miliar rupiah. Dan itu harusnya dibayar kepada kami. Uang sudah ada dari KS, kenapa tidak bisa dibayar vendor,” tandasnya.
Dalam orasi yang belangsung di depan Kantor Walikota Cilegon, para buruh terus mengorasikan tuntutan yang disampaikan. Sekira pada pukul 11.30 wib, para buruh langsung melakukan mediasi dengan Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi bersama dengan Disnaker Cilegon, PT Krakatau Steel dan Vendor PT KS. Dalam mediasi sempat terjadi perdebatan panjang antara buruh dengan PT KS dan Vendor.
Mediasi itupun kemudian berujung buntu alias deadlock karena tidak mencapai kesepakatan pihak buruh dan pihak vendor KS. Akibatnya, keputusan dala Kamis, 21 April mendatang. Dalam kesepakatan kedepan, Disnaker sebagai fasilitator pemerintah menghimbau agar Surat Perjanjian Ikatan Kerja (SPIK) harus ditandatangani kedua pihak. Selain itu setelah penandatangan itu, pihak vendor harus memenuhi tuntutan para buruh baik pembayaran besaran 10 persen uang pesangan dan 3,3 persen UPMK.
Pimpinan vendor juga diminta harus dapat datang dalam kesepakatan yang dibuat nanti langsung dengan menghadirkan Direktur Utama 9 perusahaan Vendor yakni PT Purna Sentana Baja, PT Wahana Sentana Baja, PT Sigma Mitra Sejati, PT Krakatau Perbengkelan dan Perawatan, PT Krakatau Information Technology, PT Indo Sarana Usaha, PT Cilegon Bangun Internusa, PT Kedung Buana Indonesia, PT Saba Pratama.
“Kalau perusahaan-perusahaan vendor itu masih mengulur pembayarannya, saya akan melakukan (demonstrasi) hal yang sama seperti hari ini. Jadi jangan coba-coba perusahaan masih mengulur waktu pembayaran seperti yang diminta KS sampai Juni,” ancam Sanudin.
Sanudin menyatakan, pihaknya sempat mempertanyakan apa yang membuat vendor KS lamban untuk membayar tuntutan yang mereka minta. Padahal uang tersebut sudah diberikan dari KS ke vendor. Apalagi ada sinyalemen pihak buruh bahwasannya KS juga turut serta mengintervensi pembayaran itu.
“Saya tidak mengerti, kenapa diulur-ulur. Tetapi yang pasti uang dari KS ke vendor itu sudah ada. dan kenapa KS mencampuri itu harus dibayar pada bulan juni,” tandasnya.
Sementara itu, Walikota Cilegon, Tb Iman Ariyadi menyatakan, permasalahan yang terjadi antara buruh dan pemberi kerja dalam hal ini PT KS dan vendor KS, ada ketidak percayaan atas ikatan kerja dikedua pihak. Untuk itu, dalam keputusan akhir mediasi, Iman meminta agar kesepakatan dapat dibuat dengan memenuhi apa yang dituntut para buruh.
“Ini ada semacam ketidakpercayaan buruh soal 13,3 persen. Maka dari itu, kita kumpulkan semua agar 13,3 persen itu tidak dibayar dibulan Juni tetapi dibayar tanggal 28 nanti. Vendor semua harus hadir dan ini harus diselesaikan. Saya minta ke FSBKS dan KS, persoalan ini harus diselesaikan secepatnya. Bikan hanya persolan keamanan, tapi juga menggangu masuknya investasi,” ujar dia.
Sementara itu, General Affair PT KS, Agus Nidzar Vidiansyah yang dituding buruh terdapat upaya KS sengaja menahan pembayaran upah tersebut, membantah hal itu. Vidi menjelaskan, besaran pesangon dan UPMK sudah digelontorkan pihaknya kepada pihak vendor, hanya saja pendistribusian itu harus ada penandatangan SPIK antara buruh dan vendor agar dapat terpenuhi.
“Sekarang kan ini akhir April, vendor itu kan punya kondisi berbeda-beda. Saya cuma mengantisipasi supaya ini dapat selesai secara menyeluruh. Kalau diminta besok, kan susah kalau langsung itu dijalankan. Yang jelas uangnya itu ada, dalam kontrol kami di KS grup itu sudah direkening masing-masing. Hanya persoalan administartif saja,” tandasnya.
Sementara itu, perwakilan salah satu perusahaan vendor KS, Rochman Purwanto, mengatakan pihaknya belum dapat memutuskan untuk memenuhi tuntutan para buruh karena kebijakan masing-masing vendor berbeda. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan 9 vendor yang ada di KS untuk menyepakati hal itu.
“Saya tidak bisa komentar, karena kebijakan perusahaan beda-beda. Kalau saya bilang saya bisa sendiri, kan itu tidak mungkin makanya saya harus koordinasi dengan vendor lain,” tuturnya.(nal/bnn)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Buruh Krakatau Steel Tuntut Pesangon"

Posting Komentar