Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Baru Dua Daerah Merintis Smart City

TANGERANG – Dari delapan wilayah se-Banten, baru dua yang menerapkan konsep Smart City yakni Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Konsep tersebut dinilai penting karena dapat membantu masyarakat mengelola sumber daya dengan lebih efisien.
Demikian diungkap Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten, Budiharto Setiawan, dalam acara rapat koordinasi BI-Pemerintah Daerah, di salah satu hotel di Kota Tangerang, Kamis (21/4). Hadir dalam kesempatan tersebut Walikota Tangerang Arief R Wismansyah dan Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie.
Dijelaskan Budi, keberadaan BI di Banten salah satunya juga untuk menciptakan hal tersebut. Dalam hal ini, pihaknya terus memperluas sistem elektronifikasi yang merupakan bagian dari konsep Smart City.
“Salah satu dimensi yang perlu diperhatikan dalam mewujudkan Smart City adalah elektronifikasi. Konsep ini dapat menjadi solusi dalam transaksi keuangan, mengatasi kemacetan, sampah atau sekedar melakukan pemantauan kondisi lingkungan di suatu tempat,” ujar Budi.
Di Banten, kata dia, penggagas Smart City adalah Kota Tangerang. Dibawah kepemimpinan Arief, saat ini telah memasuki fase kedua yaitu tahap integrasi berbagai aplikasi yang dihimpun dalam Tangerang Live Room.
Sementara Kota Tangerang Selatan memasuki fase pertama melalui kerjasama yang dilakukan dengan perusahaan teknologi swasta. “Saat ini perkembangan dunia tumbuh pesat diikuti kemajuan teknologi yang semakin memasyarakat. Konsep Smart City sangat penting dilakukan terutama bagi wilayah yang menjadi tujuan kaum urban,” paparnya.
Ia berharap wilayah yang merintis Smart City bukan hanya di Tangerang Raya, melainkan semua daerah di Banten, terutama di ibu kota provinsi. Mendukung hal tersebut, kata Budi, pihaknya juga terus gencar melakukan gerakan pembayaran non tunai yang dinilai lebih aman.
“Dari hasil survey BI pada 2012 lalu, hampir 89 persen masyarakat Indonesia masih menggunakan pembayaran tunai untuk transaksi sehari-hari. Tingginya penggunaan uang kertas dan logam ini menimbulkan ketidakefisienan dari segi biaya pencetakan uang, keamanan dan akuntabilitas transaksi masyarakat,” paparnya.
Sementara itu, Arief R Wismansyah mengatakan, sebagai kota perlintasan pihaknya merasa wajib mengembangkan konsep Smart City. Pada Februari 2016 kemarin, pemkot telah meresmikan Tangerang Live Room yang mencakup beberapa hal, terutama mempermudah pelayanan.
“Ada dari sisi Smart economy yang mencakup pasar sehat, Smart Mobility yang menjamin keamanan transportasi, Living Smart agar hunian di Tangerang Sehat, kemudian Smart People, Smart Environment dan Smart Government,” ungkapnya.
Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menjelaskan, pihaknya memang baru merintis konsep tersebut. Terutama di bidang pelayanan yang saat ini semuanya menggunakan sistem online. Mulai pendaftaran hingga tandatangan.
“Bahkan kami juga sekarang sudah bisa memantau langsung pergerakan APBD. Ketika ditemukan ada titik lemah, kami bisa langsung mencari solusinya,” ujar dia.
Di bidang kesehatan, lanjutnya, kini warga tidak perlu antre di klinik-klinik atau rumah sakit. “Mereka cukup daftar melalui sms, dijabarkan sakitnya apa, baru nanti dapat nomor antrean dan jam pemeriksaan,” katanya.
Menurut Benyamin, Kota Tangerang Selatan ini masih muda. Pihaknya harus berlari mengejar ketertinggalan. “Terlebih, Kota Tangerang Selatan ini posisinya sangat unik, diapit oleh wilayah-wilayah yang padat perekonomian skala besar seperti Jakarta, Bogor dan Depok. Kami harus menyesuaikan diri jika tidak ingin berantakan,” terangnya.(yul)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Baru Dua Daerah Merintis Smart City"

Posting Komentar