Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

VIVA.co.id - Utang luar negeri Indonesia pada akhir Januari 2016, bertambah 2,2 persen menjadi US$308 miliar, atau setara Rp4.034 triliun dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Namun, melambat 5,8 persen dibandingkan posisi utang luar negeri pada bulan sebelumnya, yakni Desember 2015.
"Perlambatan pertumbuhan ini, terutama didorong oleh perlambatan utang luar negeri sektor publik dan penurunan utang luar negeri sektor swasta," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Tirta Segara di Jakarta, dikutip dalam keterangan tertulisnya, Senin 21 Maret 2016.
Tirta memerinci, utang luar negeri jangka panjang tumbuh 4,8 persen secara year on year (yoy) dan lebih rendah dibandingkan pertumbuhan utang luar negeri pada Desember 2015 yang sebesar 8,6 persen. 
Sementara itu, utang luar negeri jangka pendek, turun 12,7 persen secara yoy.
Berdasarkan kelompok peminjam, perlambatan pertumbuhan utang luar negeri pada Januari 2016, terjadi pada utang luar negeri sektor publik maupun utang luar negeri sektor swasta. 
Utang luar negeri sektor publik tumbuh melambat menjadi 5,7 persen (yoy) dari 10,2 persen (yoy) pada Desember 2015, sedangkan utang luar negeri sektor swasta turun 0,7 persen (yoy), setelah pada Desember 2015 tumbuh sebesar 2,2 persen (yoy).
"Dengan perkembangan tersebut, posisi utang luar negeri sektor publik sebesar US$143,4 miliar, atau 46 persen dari total utang luar negeri dan utang luar negeri sektor swasta sebesar US$164,6 miliar, atau 53,4 persen dari total utang luar negeri," kata dia.
Tirta melanjutkan, berdasarkan jangka waktu asal, posisi utang luar negeri Indonesia didominasi oleh utang luar negeri berjangka panjang, yaitu 87,4 persen dari total utang luar negeri. 
Angkanya pun sebesar US$269,1 miliar, yang terdiri atas utang luar negeri sektor publik sebesar US$140,7 miliar dan utang luar negeri sektor swasta sebesar US$128,4 miliar. 
Adapun, utang luar negeri jangka pendek sebesar US$38,9 miliar dan memegang share12,6 persen dari total utang luar negeri.
"Utang ini terdiri dari utang luar negeri sektor swasta sebesar US$36,2 miliar dan utang luar negeri sektor publik US$2,7 miliar," kata dia.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " "

Posting Komentar