Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Soal Parkir Meter, DPRD Tangsel Gelar Rapat Tertutup dengan Dishub dan Pan Satria Sakti

Serpong, SUARA TANGSEL – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (21/3) kemarin menggelar rapat dengan Dishub kota Tangsel dan PT Pan Satria Sakti (PSS) tentang penerapan sistem parkir meter  di Tangsel.
Pertemuan yang dilakukan di Lantai III Gedung Ifa, Jalan Viktor, Kecamatan Serpong, sempat tertunda selama satu jam, dan dilakukan secara tertutup, dipimpin ketua komisi III DPRD Tangsel, Amar.
Menurut Amar rapat tertutup tersebut membahas  tentang tranparansi, koordinasi dan kosolidasi antar lembaga terkait dengan sistem parkir meter, khsusnya parkir on street  yang sudah diterapkan di beberapa titik di kota Tangsel.
Kata Amar, “Dalam penyelenggaraanya sendiri sudah bagus dan kami dukung hanya semua harus terkaji dengan baik  karena ini terkait dengan pemasukan daerah, dan hasil pertemuan kali ini banyak sekali hikmahnya. Baik parkir  on street maupun off stree yang membedaakan keduanya adalah penyewaan lahan, kalau on street  pihak penyelenggara sistem perpakiran tidak menyewa lahan, tapi kalau off street penyelenggaranya harus sewa lahan,  kalau pengelolaan baik maka pemerintah daerah akan mendapatkan pemasukan bagi daerah, mengacu pada aturan main sebenarnya parkir off street lebih menguntungkan, namun setelah pertemuan hari ini ternyata  parkir on street  dengan sistem parkir meter ini juga memberikan tambahan pemasukan kepada daerah,” jelas Amar.
Amar juga menambahkan,  jika parkir off street harus menyewa lahan, sementara parkir on street tidak, hanya membayar distribusi saja, karena lahan yang digunakan untuk kegiatan parkir on street adalah lahan fasos dan fasus yang diserahkan sepenuhnya pada Dishub, kemudian Dishub mengikat kerja sama dengan  pihak ketiga untuk memanfaatkannya sebagai lahan parkir on street dengan sistem parkir meter, maka seharusnya ada perjanjian sewa lahan dalam hal ini. Karenya, Amar mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian lebih jauh tentang masalah ini.
“Kita sedang menunggu legal opinion dari kejaksaan tentang saran prosentase pihak ke tiga terhadap kas daerah dari hasil parkir on street, karena dalam perda kita hal tersebut belum diatur, banyak hikmahnya pertemuan kali ini, dan akan menjadi acuan kita DPRD untuk merevisi perda nomor lima tentang perparkiran,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan Komisi III DPRD kota Tangsel akan mendorong  revisi atau perubahan terhadap perda terkait dengan on street, sistem parkir meter. Hal ini akan kita sesuaikan, apalagi sesuai cita-cita kita bersama yang menginginkan Tangsel  menjadi kota yang smart, smart city.
“Tujuan kami Komisi III adalah agar pihak ketiga aman dan nyaman dalam berinvestasi, untuk parkir on street akan kita buat kajian agar parkir on street lebih tertata.  Kota Bandung dan Kota Bekasi sudah ada revisi parkir terkait ini, dan kajiannya kita akan buat di luar PSU, di perda kita belum ada pasal yang mengatur tentang parkir on street sistem parkir meter (on line), revisi perda parkir lebih kepada bagi hasil, legal formalnya harus jelas , maka revisi ini adalah bentuk perlindungan kepada pihak ketiga .
“Jadinya, siapapun yang mengelola nanti akan ditentukan dengan cara sistem lelang atau penunjukkan langsung,  karena itu kita tunggu saja legal openion dari kejaksaan untuk mengisi kekosongan hukum ini,” kata Amar.
Di tempat yang sama, pihak pengelola sistem parkir meter Budi Hartono menjelaskan, bahwa pertemuan antara pihaknya dengan Komisi III DPRD Tangsel dan mengikutsertakan Dishub menjadi terang benderang terkait sengkarut parkir meter yang menjadi bahan gosip.
“Semua menjadi jelas, terjawab sudah kesimpangsiuran yang ada selama ini, intinya Komisi III DPRD kota Tangsel sangat setuju dengan sistem parkir meter yang diterpkan pada parkir on street,  tentunya dengan mekanisme yang lebih tertata lagi, baik itu aturannya maupun titik lokasi di mana sistem parkir meter on street ini dapat diterapkan,” pungkasnya.
Karenanya, Budi berharap agar polemik yang terjadi selama ini tentang sistem parkir meter, pada on street dapat disudahi, dan tidak adal lagi rumor yang dihembuskan oleh pihak yang ingin mengambil keuntungan di baliknya.

(Hendra)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Soal Parkir Meter, DPRD Tangsel Gelar Rapat Tertutup dengan Dishub dan Pan Satria Sakti"

Posting Komentar