Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Mahasiswa UIN Jakarta Tuntut Transparansi Rektorat Soal Dana Pengelolaan Parkir di Kampus



Ciputat, SUARA TANGSEL – Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta atau KBM UIN Syahid Jakrta, menuntut transparansi pihak rektorat terkait pengelolaan perparkiran yang menggandeng pihak swasta di lingkungan kampus yang dimulai awal semester genap ini.
Kebijakan tersebut dirasa sangat mengecewakan karena pihak UIN tidak mampu menjalankan sistem parkir dalam kampusnya sendiri. Dengan kebijakan ini seluruh civiitas akademik UIN dibebani biaya parkir sebesar Rp 1000/motor dan Rp 2000/mobil, dimana semula tarif untuk parkir untuk motor sebesar Rp.500 dan mobil Rp 1000.
“Kenaikkan tarif parkir tersebut dirasa sangat membebani seluruh civitas akademik UIN dan juga penuh kejanggalan karena uang tersebut tidak tahu arahnya ke mana, “ ungkap Arsyad Prodigi salah seorang Mahasiswa UIN Jakarta.
Mahasiswa yang biasa disapa Arsyad oleh kawan-kawanya itu meneruskan “ Kebijakan rektorat tersebut sangatlah tidak sesuai dengan UU Nomor 12 Tahun 2013 tentang Pendidikan Tinggi, Bagian Kelima, Pasal 63 yang menyatakan “Otonomi pengelolaan perguruan tinggi dilaksanakan berdasarkan prinsip : akuntabilitas, transparansi, nirlaba, penjaminan mutu, efektivitas dan evisiensi. Dan, dalam hal ini pihak rektorat sama sekali tidak memberitahukan kepada seluruh civitas UIN ke mana alur dana parkir tersebut mengalir.” Kata Arsyad.
Arsyad pun menambahkan, “Memang efek dari kenaikan itu tak seberapa , tapi jika dikalkulasi motor dan mobi yang masuk mencapai Rp 36 juta setiap bulannya. Lalu ke mana dana sebanyak itu mengalir setiap bulannya, ” tambah Arsyad.
Atas ketidak jelasan tersebut, Arsyad menyatakan, “Kami Keluarga Besar Mahasiswa UIN Jakarta mendesak Prof. Dede Rosyada selaku Rektor UIN Jakarta untuk bersikap transparan dan mau menjelaskan kebijakan pihak rektorat ini. KBM UIN Jakarta juga menolak dengan tegas pihak rektorat yang menggandeng pihak swasta untuk menjalankan sistem parkir di lingkungan UIN Syahid Jakarta. “ujar Arsyad, Mahasiswa Ushuluddin.

“Kampus dalam hal ini merupakan wadah atau tempat pendidikan, sangatlah tidak relevan jika lahannya digunakan untuk sistem parkir berbayar karena tidak sesuai UUD 1945 pasal 31 ayat 1 dan 2, “ tegas Arsyad.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mahasiswa UIN Jakarta Tuntut Transparansi Rektorat Soal Dana Pengelolaan Parkir di Kampus "

Posting Komentar